Di awal era pertumbuhan Islam, Dunia Pengetahuan mengalami zaman keemasan dengan bermunculannya ilmuwan – ilmuwan muslim yang sampai sekarang penemuannya masih digunakan dan menjadi rujukan sebagai dasar dari perkembangan pengetahuan modern, tapi mungkin karena kurangnya publisitas dan banyaknya peristiwa sejarah yang menjadikan nama – nama mereka kurang dikenal bahkan di kalangan para umat muslim itu sendiri, berikut 10 ilmuwan muslim yang sangat berjasa bagi dunia pengetahuan

1. IBNU RUSHD (AVERROES)

Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Kordoba (Spanyol) pada tahun 520 Hijriah (1128 Masehi). Ayah dan kakek Ibnu Rusyd adalah hakim-hakim terkenal pada masanya. Ibnu Rusyd kecil sendiri adalah seorang anak yang mempunyai banyak minat dan talenta. Dia mendalami banyak ilmu, seperti kedokteran, hukum, matematika, dan filsafat. Ibnu Rusyd mendalami filsafat dari Abu Ja’far Harun dan Ibnu Baja.

Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai “Kadi” (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang mempengaruhi filsafat Kristen di abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas. Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum.Pemikiran Ibnu Rusyd

Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga kemungkinan besar karya-karya aslinya sudah tidak ada.

Filsafat Ibnu Rusyd ada dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang Eropa pada abad pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap keberagamaannya.

Karya :
·Bidayat Al-Mujtahid (kitab ilmu fiqih)
·Kulliyaat fi At-Tib (buku kedokteran)
·Fasl Al-Maqal fi Ma Bain Al-Hikmat Wa Asy-Syari’at (filsafat dalam Islam dan menolak segala paham yang bertentangan dengan filsafat)

2. IBNU SINA / Avicenna

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Beliau juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah “Bapak Pengobatan Modern” dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Karya Ibnu Sina, fisikawan terbesar Persia abad pertengahan , memainkan peranan penting pada Pembangunan kembali Eropa.

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak diantaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai “bapak kedokteran modern.” George Sarton menyebut Ibnu Sina “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu.” pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).

Kehidupannya dikenal lewat sumber – sumber berkuasa. Suatu autobiografi membahas tiga puluh tahun pertama kehidupannya, dan sisanya didokumentasikan oleh muridnya al-Juzajani, yang juga sekretarisnya dan temannya.

Ibnu Sina lahir pada tahun 370 (H) / 980 (M) di rumah ibunya Afshana, sebuah kota kecil sekarang wilayah Uzbekistan (bagian dari Persia). Ayahnya, seorang sarjana terhormat Ismaili, berasal dari Balkh Khorasan, dan pada saat kelahiran putranya dia adalah gubernur suatu daerah di salah satu pemukiman Nuh ibn Mansur, sekarang wilayah Afghanistan (dan juga Persia). Dia menginginkan putranya dididik dengan baik di Bukhara.

Meskipun secara tradisional dipengaruhi oleh cabang Islam Ismaili, pemikiran Ibnu Sina independen dengan memiliki kepintaran dan ingatan luar biasa, yang mengizinkannya menyusul para gurunya pada usia 14 tahun.

Ibn Sina dididik dibawah tanggung jawab seorang guru, dan kepandaiannya segera membuatnya menjadi kekaguman diantara para tetangganya; dia menampilkan suatu pengecualian sikap intellectual dan seorang anak yang luar biasa kepandaiannya / Child prodigy yang telah menghafal Al-Quran pada usia 5 tahun dan juga seorang ahli puisi Persia. Dari seorang pedagan sayur dia mempelajari aritmatika, dan dia memulai untuk belajar yang lain dari seorang sarjana yang memperoleh suatu mata pencaharian dari merawat orang sakit dan mengajar anak muda.

Meskipun bermasalah besar pada masalah – masalah metafisika dan pada beberapa tulisan Aristoteles. Sehingga, untuk satu setengah tahun berikutnya, dia juga mempelajari filosofi, dimana dia menghadapi banyak rintangan. pada beberapa penyelidikan yang membingungkan, dia akan meninggalkan buku – bukunya, mengambil air wudhu, lalu pergi ke masjid, dan terus sholat sampai hidayah menyelesaikan kesulitan – kesulitannya. Pada larut malam dia akan melanjutkan kegiatan belajarnya, menstimulasi perasaannya dengan kadangkala segelas susu kambing, dan meskipun dalam mimpinya masalah akan mengikutinya dan memberikan solusinya. Empat puluh kali, dikatakan, dia membaca Metaphysics dari Aristoteles, sampai kata – katanya tertulis dalam ingatannya; tetapi artinya tak dikenal, sampai suatu hari mereka menemukan pencerahan, dari uraian singkat oleh Farabi, yang dibelinya di suatu bookstall seharga tiga dirham. Yang sangat mengagumkan adalah kesenangannya pada penemuan, yang dibuat dengan bantuan yang dia harapkan hanya misteri, yang mempercepat untuk berterima kasih kepada Allah SWT, dan memberikan sedekah atas orang miskin.

Dia mempelajari kedokteran pada usia 16, dan tidak hanya belajar teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit, melalui perhitungannya sendiri, menemukan metode – metode baru dari perawatan. Anak muda ini memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan pada usia 18 tahun dan menemukan bahwa “Kedokteran tidaklah ilmu yang sulit ataupun menjengkelkan, seperti matematika dan metafisika, sehingga saya cepat memperoleh kemajuan; saya menjadi dokter yang sangat baik dan mulai merawat para pasien, menggunakan obat – obat yang sesuai.” Kemasyuran sang fisikawan muda menyebar dengan cepat, dan dia merawat banyak pasien tanpa meminta bayaran.

3. AL-BIRUNI

Merupakan matematikawan Persia, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli farmasi dan guru, yang banyak menyumbang kepada bidang matematika, filsafat, obat-obatan.Abu Raihan Al-Biruni dilahirkan di Khawarazm di Asia Tengah yang pada masa itu terletak dalam kekaisaran Persia. Dia belajar matematika dan pengkajian bintang dari Abu Nashr Mansur.Abu Raihan Al-Biruni merupakan teman filsuf dan ahli obat-obatan Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina/Ibnu Sina, sejarawan, filsuf, dan pakar etik Ibnu Miskawaih, di universitas dan pusat sains yang didirikan oleh putera Abu Al Abbas Ma’mun Khawarazmshah. Abu Raihan Al-Biruni juga mengembara ke India dengan Mahmud dari Ghazni dan menemani beliau dalam ketenteraannya di sana, mempelajari bahasa, falsafah dan agama mereka dan menulis buku mengenainya. Dia juga mengetahui bahasa Yunani, bahasa Suriah, dan bahasa Berber. Dia menulis bukunya dalam bahasa Persia (bahasa ibunya) dan bahasa Arab.Sebahagian karyanya ialah:· Ketika berusia 17 tahun, dia meneliti garis lintang bagi Kath, Khwarazm, dengan menggunakan altitude maksima matahari. · Ketika berusia 22, dia menulis beberapa hasil kerja ringkas, termasuk kajian proyeksi peta, “Kartografi”, yang termasuk metodologi untuk membuat proyeksi belahan bumi pada bidang datar. ·

Ketika berusia 27, dia telah menulis buku berjudul “Kronologi” yang merujuk kepada hasil kerja lain yang dihasilkan oleh beliau (sekarang tiada lagi) termasuk sebuah buku tentang astrolab, sebuah buku tentang sistem desimal, 4 buku tentang pengkajian bintang, dan 2 buku tentang sejarah. ·

Beliau membuat penelitian radius Bumi kepada 6.339,6 kilometer (hasil ini diulang di Barat pada abad ke 16)
Hasil karya Al-Biruni melebihi 120 buah buku.
Sumbangannya kepada matematika termasuk:

  • aritmatika teoritis and praktis
  • penjumlahan seri
  • analisis kombinatorial
  • kaidah angka 3
  • bilangan irasional
  • teori perbandingan
  • definisi aljabar
  • metode pemecahan penjumlahan aljabar
  • geometri
  • teorema Archimedes
  • sudut segitiga

4. Al-Khawarizmi

Nama Asli dari al-Khawarizmi ialah Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi. Selain itu beliau dikenali sebagai Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Yusoff. Al-Khawarizmi dikenal di Barat sebagai al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lagi. Beliau dilahirkan di Bukhara.Tahun 780-850M adalah zaman kegemilangan al-Khawarizmi. al-Khawarizmi telah wafat antara tahun 220 dan 230M. Ada yang mengatakan al-Khawarizmi hidup sekitar awal pertengahan abad ke-9M. Sumber lain menegaskan beliau hidup di Khawarism, Usbekistan pada tahun 194H/780M dan meninggal tahun 266H/850M di Baghdad.

Dalam pendidikan telah dibuktikan bahawa al-Khawarizmi adalah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas. Pengetahuan dan keahliannya bukan hanya dalam bidang syariat tapi di dalam bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah Islam dan kimia.

Al-Khawarizmi sebagai guru aljabar di Eropa

Beliau telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Dalam usia muda beliau bekerja di bawah pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, bekerja di Bayt al-Hikmah di Baghdad. Beliau bekerja dalam sebuah observatory yaitu tempat belajar matematika dan astronomi. Al-Khawarizmi juga dipercaya untuk memimpin perpustakaan khalifah. Beliau pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan India pada dunia Islam. Beliau juga merupakan seorang penulis Ensiklopedia dalam berbagai disiplin. Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan aljabar dan hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang.

PERANAN DAN SUMBANGAN AL-KHAWARIZMI

Sumbangsihnya dalam bentuk hasil karya diantaranya ialah :

  1. Al-Jabr wa’l Muqabalah : beliau telah mencipta pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.
  2. Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah : Beliau telah mengajukan contoh-contoh persoalan matematika dan mengemukakan 800 buah masalah yang sebagian besar merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam bentuk dugaan yang telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi.
  3. Sistem Nomor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam sistem Nomor pada zaman sekarang. Karyanya yang satu ini memuat Cos, Sin dan Tan dalam penyelesaian persamaan trigonometri , teorema segitiga sama kaki dan perhitungan luas segitiga, segi empat dan lingkaran dalam geometri.

Banyak lagi konsep dalam matematika yang telah diperkenalkan al-khawarizmi . Bidang astronomi juga membuat al-Khawarizmi terkenal. Astronomi dapat diartikan sebagai ilmu falaq [pengetahuan tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, dan pemikiran serta tafsiran yang berkaitan dengan bintang].

Pribadi al-Khawarizmi

Kepribadian al-Khawarizmi telah diakui oleh orang Islam maupun dunia Barat. Ini dapat dibuktikan bahawa G.Sarton mengatakan bahwa“pencapaian-pencapaian yang tertinggi telah diperoleh oleh orang-orang Timur….” Dalam hal ini Al-Khawarizmi. Tokoh lain, Wiedmann berkata….” al-Khawarizmi mempunyai kepribadian yang teguh dan seorang yang mengabdikan hidupnya untuk dunia sains”.

Beberapa cabang ilmu dalam Matematika yang diperkenalkan oleh al-Khawarizmi seperti: geometri, aljabar, aritmatika dan lain-lain. Geometri merupakan cabang kedua dalam matematika. Isi kandungan yang diperbincangkan dalam cabang kedua ini ialah asal-usul geometri dan rujukan utamanya ialah Kitab al-Ustugusat[The Elements] hasil karya Euklid : geometri dari segi bahasa berasal daripada perkataan yunani iaitu ‘geo’ yang berarti bumi dan ‘metri’ berarti pengukuran. Dari segi ilmu, geometri adalah ilmu yang mengkaji hal yang berhubungan dengan magnitud dan sifat-sifat ruang. Geometri ini dipelajari sejak zaman firaun [2000SM]. Kemudian Thales Miletus memperkenalkan geometri Mesir kepada Yunani sebagai satu sains dalam kurun abad ke 6 SM. Seterusnya sarjana Islam telah menyempurnakan kaidah pendidikan sains ini terutama pada abad ke9M.

Algebra/aljabar merupakan nadi matematika. Karya Al-Khawarizmi telah diterjemahkan oleh Gerhard of Gremano dan Robert of Chaster ke dalam bahasa Eropa pada abad ke-12. sebelum munculnya karya yang berjudul ‘Hisab al-Jibra wa al Muqabalah yang ditulis oleh al-Khawarizmi pada tahun 820M. Sebelum ini tak ada istilah aljabar.

5. Jabir Ibnu Hayyan / Ibnu Geber

Lahir di kota peradaban Islam klasik, Kuffah (Irak), ilmuwan Muslim ini lebih dikenal dengan nama Ibnu Hayyan. Sementara di Barat ia dikenal dengan nama Ibnu Geber. Ayahnya, seorang penjual obat, meninggal sebagai ‘syuhada’ demi penyebaran ajaran Syi’ah. Jabir kecil menerima pendidikannya dari raja bani Umayyah, Khalid Ibnu Yazid Ibnu Muawiyah, dan imam terkenal, Jakfar Sadiq. Ia juga pernah berguru pada Barmaki Vizier pada masa kekhalifahan Abbasiyah pimpinan Harun Al Rasyid.

Ditemukannya kimia oleh Jabir ini membuktikan, bahwa ulama di masa lalu tidak melulu lihai dalam ilmu-ilmu agama, tapi sekaligus juga menguasai ilmu-ilmu umum. “Sesudah ilmu kedokteran, astronomi, dan matematika, bangsa Arab memberikan sumbangannya yang terbesar di bidang kimia,” tulis sejarawan Barat, Philip K Hitti, dalam History of The Arabs. Berkat penemuannya ini pula, Jabir dijuluki sebagai Bapak Kimia Modern.

Dalam karirnya, ia pernah bekerja di laboratorium dekat Bawwabah di Damaskus. Pada masamasa inilah, ia banyak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru di sekitar kimia. Berbekal pengalaman dan pengetahuannya itu, sempat beberapa kali ia mengadakan penelitian soal kimia. Namun, penyelidikan secara serius baru ia lakukan setelah umurnya menginjak dewasa.

Dalam penelitiannya itu, Jabir mendasari eksperimennya secara kuantitatif dan instrumen yang dibuatnya sendiri, menggunakan bahan berasal dari logam, tumbuhan, dan hewani. Jabir mempunyai kebiasaan yang cukup konstruktif mengakhiri uraiannya pada setiap eksperimen. Antara lain dengan penjelasan : “Saya pertamakali mengetahuinya dengan melalui tangan dan otak saya dan saya menelitinya hingga sebenar mungkin dan saya mencari kesalahan yang mungkin masih terpendam “.

Dari Damaskus ia kembali ke kota kelahirannya, Kuffah. Setelah 200 tahun kewafatannya, ketika penggalian tanah dilakukan untuk pembuatan jalan, laboratoriumnya yang telah punah, ditemukan. Di dalamnya didapati peralatan kimianya yang hingga kini masih mempesona, dan sebatang emas yang cukup berat.

Teori Jabir

Pada perkembangan berikutnya, Jabir Ibnu Hayyan membuat instrumen pemotong, peleburan dan pengkristalan. Ia menyempurnakan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, pemurnian, sematan (fixation), amalgamasi, dan oksidasi-reduksi.

Semua ini telah ia siapkan tekniknya, praktis hampir semua ‘technique’ kimia modern. Ia membedakan antara penyulingan langsung yang memakai bejana basah dan tak langsung yang memakai bejana kering. Dialah yang pertama mengklaim bahwa air hanya dapat dimurnikan melalui proses penyulingan.
Khusus menyangkut fungsi dua ilmu dasar kimia, yakni kalsinasi dan reduksi, Jabir menjelaskan, bahwa untuk mengembangkan kedua dasar ilmu itu, pertama yang harus dilakukan adalah mendata kembali dengan metoda-metoda yang lebih sempurna, yakni metoda penguapan, sublimasi, destilasi, penglarutan, dan penghabluran.

Setelah itu, papar Jabir, memodifikasi dan mengoreksi teori Aristoteles mengenai dasar logam, yang tetap tidak berubah sejak awal abad ke 18 M. Dalam setiap karyanya, Jabir melaluinya dengan terlebih dahulu melakukan riset dan eksperimen. Metode inilah yang mengantarkannya menjadi ilmuwan besar Islam yang mewarnai renaissance dunia Barat.

Namun demikian, Jabir tetap saja seorang yang tawadlu’ dan berkepribadian mengagumkan. “Dalam mempelajari kimia dan ilmu fisika lainnya, Jabir memperkenalkan eksperimen objektif, suatu keinginan memperbaiki ketidakjelasan spekulasi Yunani. Akurat dalam pengamatan gejala, dan tekun mengumpulkan fakta. Berkat dirinya, bangsa Arab tidak mengalami kesulitan dalam menyusun hipotesa yang wajar,” tulis Robert Briffault.

Menurut Briffault, kimia, proses pertama penguraian logam yang dilakukan oleh para metalurg dan ahli permata Mesir, mengkombinasikan logam dengan berbagai campuran dan mewarnainya, sehingga mirip dengan proses pembuatan emas. Proses demikian, yang tadinya sangat dirahasiakan, dan menjadi monopoli perguruan tinggi, dan oleh para pendeta disamarkan ke dalam formula mistik biasa, di tangan Jabir bin Hayyan menjadi terbuka dan disebarluaskan melalui penyelidikan, dan diorganisasikan dengan bersemangat.

Terobosan Jabir lainnya dalam bidang kimia adalah preparasi asam sendawa, hidroklorik, asam sitrat dan asam tartar. Penekanan Jabir di bidang eksperimen sistematis ini dikenal tak ada duanya di dunia. Inilah sebabnya, mengapa Jabir diberi kehormatan sebagai ‘Bapak Ilmu Kimia Modern’ oleh sejawatnya di seluruh dunia. Dalam tulisan Max Mayerhaff, bahkan disebutkan, jika ingin mencari akar pengembangan ilmu kimia di daratan Eropa, maka carilah langsung ke karyakarya Jabir Ibnu Hayyan.

Puaskah Jabir? Tidak! Ia terus mengembangkan keilmuannya sampai batas tak tertentu. Dalam hal teori keseimbangan misalnya, diakui para ilmuwan modern sebagai terobosan baru dalam prinsip dan praktik alkemi dari masa sebelumnya. Sangat spekulatif, di mana Jabir berusaha mengkaji keseimbangan kimiawi yang ada di dalam suatu interaksi zat-zat berdasarkan sistem numerologi (studi mengenai arti klenik dari sesuatu dan pengaruhnya atas hidup manusia) yang diterapkannya dalam kaitan dengan alfabet 28 huruf Arab untuk memperkirakan proporsi alamiah dari produk sebagai hasil dari reaktan yang bereaksi. Sistem ini niscaya memiliki arti esoterik, karena kemudian telah menjadi pendahulu penulisan jalannya reaksi kimia.

Jelas dengan ditemukannya proses pembuatan asam anorganik oleh Jabir telah memberikan arti penting dalam sejarah kimia. Di antaranya adalah hasil penyulingan tawas, amonia khlorida, potasium nitrat dan asam sulferik. Pelbagai jenis asam diproduksi pada kurun waktu eksperimen kimia yang merupakan bahan material berharga untuk beberapa proses industrial. Penguraian beberapa asam terdapat di dalam salah satu manuskripnya berjudul Sandaqal-Hikmah (Rongga Dada Kearifan) .

Seluruh karya Jabir Ibnu Hayyan lebih dari 500 studi kimia, tetapi hanya beberapa yang sampai pada zaman Renaissance. Korpus studi kimia Jabir mencakup penguraian metode dan peralatan dari pelbagai pengoperasian kimiawi dan fisikawi yang diketahui pada zamannya. Di antara bukunya yang terkenal adalah Al Hikmah Al Falsafiyah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin berjudul SummaPerfecdonis.

Suatu pernyataan dari buku ini mengenai reaksi kimia adalah: “Air raksa (merkuri) dan belerang (sulfur) bersatu membentuk satu produk tunggal, tetapi adalah salah menganggap bahwa produk ini sama sekali baru dan merkuri serta sulfur berubah keseluruhannya secara lengkap. Yang benar adalah bahwa, keduanya mempertahankan karakteristik alaminya, dan segala yang terjadi adalah sebagian dari kedua bahan itu berinteraksi dan bercampur, sedemikian rupa sehingga tidak mungkin membedakannya secara seksama. Jika dihendaki memisahkan bagianbagian terkecil dari dua kategori itu oleh instrumen khusus, maka akan tampak bahwa tiap elemen (unsur) mempertahankan karakteristik teoretisnya. Hasilnya adalah suatu kombinasi kimiawi antara unsur yang terdapat dalam keadaan keterkaitan permanen tanpa perubahan karakteristik dari masing-masing unsur.”

Ide-ide eksperimen Jabir itu sekarang lebih dikenal/dipakai sebagai dasar untuk mengklasifikasikan unsur-unsur kimia, utamanya pada bahan metal, nonmetal dan penguraian zat kimia. Dalam bidang ini, ia merumuskan tiga tipe berbeda dari zat kimia berdasarkan unsur-unsurnya:

Air (spirits), yakni yang mempengaruhi penguapan pada proses pemanasan, seperti pada bahan camphor, arsenik dan amonium klorida, Metal, seperti pada emas, perak, timah, tembaga, besi, dan Bahan campuran, yang dapat dikonversi menjadi semacam bubuk.

Sampai abad pertengahan risalah-risalah Jabir di bidang ilmu kimia –termasuk kitabnya yang masyhur, yakni Kitab Al-Kimya dan Kitab Al Sab’een, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Terjemahan Kitab Al Kimya bahkan telah diterbitkan oleh ilmuwan Inggris, Robert Chester pada 1444, dengan judul The Book of the Composition of Alchemy. Sementara buku kedua Kitab Al Sab’een, diterjemahkan oleh Gerard Cremona.

Berikutnya di tahun 1678, ilmuwan Inggris lainnya, Richard Russel, mengalihbahasakan karya Jabir yang lain dengan judul Summa of Perfection. Berbeda dengan pengarang sebelumnya, Richard-lah yang pertama kali menyebut Jabir dengan sebutan Geber, dan memuji Jabir sebagai seorang pangeran Arab dan filsuf. Buku ini kemudian menjadi sangat populer di Eropa selama beberapa abad lamanya. Dan telah pula memberi pengaruh pada evolusi ilmu kimia modern.

Karya lainnya yang telah diterbitkan adalah; Kitab al Rahmah, Kitab al Tajmi, Al Zilaq al Sharqi, Book of The Kingdom, Book of Eastern Mercury, dan Book of Balance (ketiga buku terakhir diterjemahkan oleh Berthelot). “Di dalamnya kita menemukan pandangan yang sangat mendalam mengenai metode riset kimia,” tulis George Sarton. Dengan prestasinya itu, dunia ilmu pengetahuan modern pantas ‘berterima kasih’ padanya.

6. Ibnu Ismail Al Jazari
Ilmuwan Muslim Penemu Konsep Robotika Modern:

Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.

”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin” (Donald Hill).

Kalimat di atas merupakan komentar Donald Hill, seorang ahli teknik asal Inggris yang tertarik dengan sejarah teknologi, atas buku karya ahli teknik Muslim yang ternama, Al-Jazari. Al Jazari merupakan seorang tokoh besar di bidang mekanik dan industri. Lahir dai Al Jazira, yang terletak diantara sisi utara Irak dan timur laut Syiria, tepatnya antara Sungai tigris dan Efrat.Al-Jazari merupakan ahli teknik yang luar biasa pada masanya. Nama lengkapnya adalah Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. Dia tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad kedua belas. Ibnu Ismail Ibnu Al-Razzaz al-Jazari mendapat julukan sebagai Bapak Modern Engineering berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern saat ini, diantaranya combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi.

Ia dipanggil Al-Jazari karena lahir di Al-Jazira, sebuah wilayah yang terletak di antara Tigris dan Efrat, Irak. Seperti ayahnya ia mengabdi pada raja-raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174 sampai 1200 sebagai ahli teknik.
Donald Routledge dalam bukunya Studies in Medieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga zaman modern ini, tidak satupun dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi dan menyusun berbagai mesin sebagaimana yang disusun oleh Al-Jazari. Pada 1206 ia merampungkan sebuah karya dalam bentuk buku yang berkaitan dengan dunia teknik.Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap dengan rincian gambar-gambarnya dalam buku, “al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices). Bukunya ini berisi tentang teori dan praktik mekanik. Karyanya ini sangat berbeda dengan karya ilmuwan lainnya, karena dengan piawainya Al-Jazari membeberkan secara detail hal yang terkait dengan mekanika. Dan merupakan kontribusi yang sangat berharga dalam sejarah teknik.

Keunggulan buku tersebut mengundang decak kagum dari ahli teknik asal Inggris, Donald Hill (1974). Donald berkomentar bahwa dalam sejarah, begitu pentingnya karya Al-Jazari tersebut. Pasalnya, kata dia, dalam buku Al-Jazari, terdapat instruksi untuk merancang, merakit, dan membuat mesin.

Di tahun yang sama juga 1206, al-Jazari membuat jam gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot masa sekarang. Kini replika jam gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya.

Pada acara World of Islam Festival yang diselenggarakan di Inggris pada 1976, banyak orang yang berdecak kagum dengan hasil karya Al-Jazari. Pasalnya, Science Museum merekonstruksi kerja gemilang Al-Jazari, yaitu jam air.

Ketertarikan Donald Hill terhadap karya Al-Jazari membuatnya terdorong untuk menerjemahkan karya Al-Jazari pada 1974, atau enam abad dan enam puluh delapan tahun setelah pengarangnya menyelesaikan karyanya.

Tulisan Al-Jazari juga dianggap unik karena memberikan gambaran yang begitu detail dan jelas. Sebab ahli teknik lainnya lebih banyak mengetahui teori saja atau mereka menyembunyikan pengetahuannya dari orang lain. Bahkan ia pun menggambarkan metode rekonstruksi peralatan yang ia temukan.
Karyanya juga dianggap sebagai sebuah manuskrip terkenal di dunia, yang dianggap sebagai teks penting untuk mempelajari sejarah teknologi. Isinya diilustrasikan dengan miniatur yang menakjubkan. Hasil kerjanya ini kerap menarik perhatian bahkan dari dunia Barat.
Dengan karya gemilangnya, ilmuwan dan ahli teknik Muslim ini telah membawa masyarakat Islam pada abad ke-12 pada kejayaan. Ia hidup dan bekerja di Mesopotamia selama 25 tahun. Ia mengabdi di istana Artuqid, kala itu di bawah naungan Sultan Nasir al-Din Mahmoud.

Al-Jazari memberikan kontribusi yang pentng bagi dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat. Mesin pemompa air yang dipaparkan dalam bukunya, menjadi salah satu karya yang inspiratif. Terutama bagi sarjana teknik dari belahan negari Barat.

Jika menilik sejarah, pasokan air untuk minum, keperluan rumah tangga, irigasi dan kepentingan industri merupakan hal vital di negara-negara Muslim. Namun demikian, yang sering menjadi masalah adalah terkait dengan alat yang efektif untuk memompa air dari sumber airnya.
Masyarakat zaman dulu memang telah memanfaatkan sejumlah peralatan untuk mendapatkan air. Yaitu, Shaduf maupun Saqiya. Shaduf dikenal pada masa kuno, baik di Mesir maupun Assyria. Alat ini terdiri dari balok panjang yang ditopang di antara dua pilar dengan balok kayu horizontal.
Sementara Saqiya merupakan mesin bertenaga hewan. Mekanisme sentralnya terdiri dari dua gigi. Tenaga binatang yang digunakan adalah keledai maupun unta dan Saqiya terkenal pada zaman Roma.

Para ilmuwan Muslim melakukan eksplorasi peralatan tersebut untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Al-Jazari merintis jalan ke sana dengan menguraikan mesin yang mampu menghasilkan air dalam jumlah lebih banyak dibandingkan dengan mesin yang pernah ada sebelumnya.
Al-Jazari, kala itu, memikul tanggung jawab untuk merancang lima mesin pada abad ketiga belas. Dua mesin pertamanya merupakan modifikasi terhadap Shaduf, mesin ketiganya adalah pengembangan dari Saqiya di mana tenaga air menggantikan tenaga binatang.

Satu mesin yang sejenis dengan Saqiya diletakkan di Sungai Yazid di Damaskus dan diperkirakan mampu memasok kebutuhan air di rumah sakit yang berada di dekat sungai tersebut.

Mesin keempat adalah mesin yang menggunakan balok dan tenaga binatang. Balok digerakkan secara naik turun oleh sebuah mekanisme yang melibatkan gigi gerigi dan sebuah engkol.

Mesin itu diketahui merupakan mesin pertama kalinya yang menggunakan engkol sebagai bagian dari sebuah mesin. Di Eropa hal ini baru terjadi pada abad 15. Dan hal itu dianggap sebagai pencapaian yang luar biasa.

Pasalnya, engkol mesin merupakan peralatan mekanis yang penting setelah roda. Ia menghasilkan gerakan berputar yang terus menerus. Pada masa sebelumnya memang telah ditemukan engkol mesin, namun digerakkan dengan tangan. Tetapi, engkol yang terhubung dengan sistem rod di sebuah mesin yang berputar ceritanya lain.
Penemuan engkol mesin sejenis itu oleh sejarawan teknologi dianggap sebagai peralatan mekanik yang paling penting bagi orang-orang Eropa yang hidup pada awal abad kelima belas. Bertrand Gille menyatakan bahwa sistem tersebut sebelumnya tak diketahui dan sangat terbatas penggunaannya.
Pada 1206 engkol mesin yang terhubung dengan sistem rod sepenuhnya dikembangkan pada mesin pemompa air yang dibuat Al-jazari. Ini dilakukan tiga abad sebelum Francesco di Giorgio Martini melakukannya.
Sedangkan mesin kelima, adalah mesin pompa yang digerakkan oleh air yang merupakan peralatan yang memperlihatkan kemajuan lebih radikal. Gerakan roda air yang ada dalam mesin itu menggerakan piston yang saling berhubungan.
Kemudian, silinder piston tersebut terhubung dengan pipa penyedot. Dan pipa penyedot selanjutnya menyedot air dari sumber air dan membagikannya ke sistem pasokan air. Pompa ini merupakan contoh awal dari double-acting principle. Taqi al-Din kemudian menjabarkannya kembali mesin kelima dalam bukunya pada abad keenam belas.

7. Abu Al Zahrawi / ALBUCASIS
Sang Penemu Gips Era Islam:

Abu Al Zahrawi merupakan seorang dokter, ahli bedah, maupun ilmuan yang berasal dari Andalusia. Dia merupakan penemu asli dari teknik pengobatan patah tulang dengan menggunakan gips sebagaimana yang dilakukan pada era modern ini. Sebagai seorang dokter era kekalifahan, dia sangat berjasa dalam mewariskan ilmu kedokteran yang penting bagi era modern ini.

Al Zahrawi lahir pada tahun 936 di kota Al Zahra yaitu sebuah kota yang terletak di dekat Kordoba di Andalusia yang sekarang dikenal dengan negara modern Spanyol di Eropa. Kota Al Zahra sendiri dibangun pada tahun 936 Masehi oleh Khalifah Abd Al rahman Al Nasir III yang berkuasa antara tahun 912 hingga 961 Masehi. Ayah Al Zahrawi merupakan seorang penguasa kedelapan dari Bani Umayyah di Andalusia yang bernama Abbas. Menurut catatan sejarah keluarga ayah Al Zahrawi aslinya dari Madinah yang pindah ke Andalusia.

Al Zahrawi selain termasyhur sebagai dokter yang hebat juga termasyhur karena sebagai seorang Muslim yang taat. Dalam buku Historigrafi Islam Kontemporer, seorang penulis dari perpustakaan Viliyuddin Istanbul Turki menyatakan Al Zahrawi hidup bagaikan seorang sufi. Kebanyakan dia melakukan pengobatan kepada para pasiennya secara cuma-cuma. Dia sering kali tidak meminta bayaran kepada para pasiennya. Sebab dia menganggap melakukan pengobatan kepada para pasiennya merupakan bagian dari amal atau sedekah. Dia merupakan orang yang begitu pemurah serta baik budi pekertinya.

Selain membuka praktek pribadi, Al Zahrawi juga bekerja sebagai dokter pribadi Khalifah Al Hakam II yang memerintah Kordoba di Andalusia yang merupakan putra dari Kalifah Abdurrahman III (An-Nasir). Khalifah Al Hakam II sendiri berkuasa dari tahun 961 sampai tahun 976. Dia melakukan perjanjian damai dengan kerajaan Kristen di Iberia utara dan menggunakan kondisi yang stabil untuk mengembangkan agrikultur melalui pembangunan irigasi. Selain itu dia juga meningkatkan perkembangan ekonomi dengan memperluas jalan dan pembangunan pasar.

Kehebatan Al Zahrawi sebagai seorang dokter tak dapat diragukan lagi. Salah satu sumbangan pemikiran Al Zahrawi yang begitu besar bagi kemajuan perkembangan ilmu kedokteran modern adalah penggunaan gips bagi penderita patah tulang maupun geser tulang agar tulang yang patah bisa tersambung kembali. Sedangkan tulang yang geser bisa kembali ke tempatnya semula. Tulang yang patah tersebut digips atau dibalut semacam semen. Dalam sebuah risalahnya, dia menuliskan, jika terdapat tulang yang bergeser maka tulang tersebut harus ditarik supaya kembali tempatnya semula. Sedangkan untuk kasus masalah tulang yang lebih gawat, seperti patah maka harus digips.

Untuk menarik tulang lengan yang bergeser, Al Zahrawi menganjurkan seorang dokter meminta bantuan dari dua orang asisten. Kedua asisten tersebut bertugas memegangi pasien dari tarikan. Kemudian lengan harus diputar ke segala arah setelah lengan yang koyak dibalut dengan balutan kain panjang atau pembalut yang lebih besar. Sebelum dokter memutar tulang sendi sang pasian, dokter tersebut harus mengoleskan salep berminyak ke tangannya. Hal ini juga harus dilakukan oleh para asisten yang ikut membantunya dalam proses penarikan. Setelah itu dokter menggerakan tulang sendi pasien dan mendorong tulang tersebut hingga tulang tersebut kembali ke tempatnya semula.

Setelah tulang lengan yang bergeser tersebut kembali ke tempat semula, dokter harus melekatkan gips pada bagian tubuh yang tulangnya tadi sudah dikembalikan. Gips tersebut mengandung obat penahan darah dan memiliki kemampuan menyerap. Kemudian gips tersebut diolesi dengan putih telur dan dibalut dengan perban secara ketat. Setelah itu, dengan menggunakan perban yang diikatkan ke lengan, lengan pasien digantungkan ke leher selama beberapa hari. Sebab jika lengan tidak digantungkan, maka lengan terasa sakit karena masih lemah kondisinya.

Sesudah kondisi lengan semakin kuat dan membaik, maka gantungan lengan ke leher dilepaskan. Jika tulang yang bergeser itu sudah benar-benar kembali dalam posisi semula dengan baik dan sudah tidak terasa begitu sakit lagi maka buka semua balutan termasuk gips yang membalut tangan pasien. Tetapi jika tulang yang bergeser tersebut belum sepenuhnya pulih atau kembali ke tempat semula secara tepat, maka perban maupun gips yang membalut lengan pasien harus dibuka. Lalu lengan pasien dibalut lagi dengan gips dan perban yang baru setelah itu dibiarkan selama beberapa hari hingga lengan pasien benar-benar sembuh total.

Salah satu karya fenomenal Al Zahrawi merupakan Kitab Al-Tasrif. Kitab tersebut berisi penyiapan aneka obat-obatan yang diperlukan untuk penyembuhan setelah dilakukannya proses operasi. Dalam penyiapan obat-obatan itu, dia mengenalkan tehnik sublimasi. Kitab Al Tasrif sendiri begitu populer dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa oleh para penulis. Terjemahan Kitab Al Tasrif pernah diterbitkan pada tahun 1519 dengan judul Liber Theoricae nec non Practicae Alsaharavii. Salah satu risalah buku tersebut juga diterjemahkan dalam bahasa Ibrani dan Latin oleh Simone di Genova dan Abraham Indaeus pada abad ke-13. Salinan Kitab Al Tasrif juga juga diterbitkan di Venice pada tahun 1471 dengan judul Liber Servitoris. Risalah lain dalam Kitab Al Tasrif juga diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Gerardo van Cremona di Toledo pada abad ke-12 dengan judul Liber Alsaharavi di Cirurgia. Dengan demikian kitab karya Al Zahrawi semakin termasyhur di seluruh Eropa. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya karya Al Zahrawi tersebut bagi dunia. Kitabnya yang mengandung sejumlah diagram dan ilustrasi alat bedah yang digunakan Al Zahrawi ini menjadi buku wajib mahasiswa kedokteran di berbagai kampus-kampus.

Al Zahrawi menjadi pakar kedokteran yang termasyhur pada zamannya. Bahkan hingga lima abad setelah dia meninggal, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para dokter di berbagai belahan dunia. Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kedokterannya masuk dalam kurikulum jurusan kedokteran di seluruh Eropa.

8. Ibnu Haitham/AL HAZEN
Ilmuwan Optik dari Basrah:

Nama lengkapnya Abu Al Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham. Dunia Barat mengenalnya dengan nama Alhazen. Ia lahir di Basrah tahun 965 M. Di kota kelahirannya itu ia sempat menjadi pegawai pemerintahan. Tetapi segera keluar karena tidak suka dengan kehidupan birokrat.

Sejak itu, mulailah perantauannya untuk belajar ilmu pengetahuan. Kota pertama yang dituju adalah Ahwaz kemudian Baghdad. Kecintaannya kepada ilmu pengetahuan membawanya berhijrah ke Mesir. Untuk membiayai hidupnya, ia menyalin buku-buku tentang matematika dan ilmu falak.

Belajar yang dilakukan secara otodidak membuatnya mahir dalam bidang ilmu pengetahuan, ilmu falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Tulisannya mengenai mata telah menjadi salah satu rujukan penting dalam bidang penelitian sains di Barat. Kajiannya mengenai pengobatan mata menjadi dasar pengobatan mata modern.

Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar dan dari situ tercetuslah teori lensa pembesar. Teori itu telah digunakan oleh para saintis di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia. Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemukan prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan bernama Tricella mengetahui hal tersebut 500 tahun kemudian.

Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, salah satunya adalah Light dan On Twilight Phenomena. Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana.

Ibnu Haitham membuktikan dirinya begitu bergairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. Banyak buku yang dihasilkannya dan masih menjadi rujukan hingga saat ini. Di antara buku-bukunya itu adalah Al’Jami’ fi Usul al’Hisab yang mengandung teori-teori ilmu matemetika dan matematika penganalisaan; Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib mengenai ilmu geometri; Kitab Tahlil ai’masa’il al ‘Adadiyah tentang aljabar; Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat; Maqalah fima Tad’u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak; dan Risalah fi Sina’at al-Syi’r mengenai teknik penulisan puisi.

Meski menjadi orang terkenal di zamannya, namun Ibnu Haitham tetap hidup dalam kesederhanaan. Ia dikenal sebagai orang yang miskin materi tapi kaya ilmu pengetahuan.

9. Al-Jahiz

Al-Jahiz lahir di Basra, Irak pada 781 M. Abu Uthman Amr ibn Bahr al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri, nama aslinya. Ahli zoologi terkemuka dari Basra, Irak ini merupakan ilmuwan Muslim pertama yang mencetuskan teori evolusi. Pengaruhnya begitu luas di kalangan ahli zoologi Muslim dan Barat. Jhon William Draper, ahli biologi Barat yang sezaman dengan Charles Darwin pernah berujar, ”Teori evolusi yang dikembangkan umat Islam lebih jauh dari yang seharusnya kita lakukan. Para ahli biologi Muslim sampai meneliti berbagai hal tentang anorganik serta mineral.” Al-Jahiz lah ahli biologi Muslim yang pertama kali mengembangkan sebuah teori evolusi .

Ilmuwan dari abad ke-9 M itu mengungkapkan dampak lingkungan terhadap kemungkinan seekor binatang untuk tetap bertahan hidup. Sejarah peradaban Islam mencatat, Al-Jahiz sebagai ahli biologi pertama yang mengungkapkan teori berjuang untuk tetap hidup (struggle for existence). Untuk dapat bertahan hidup, papar dia, makhluk hidup harus berjuang, seperti yang pernah dialaminya semasa hidup. Beliau dilahirkan dan dibesarkan di keluarga miskin. Meskipun harus berjuang membantu perekonomian keluarga yang morat-marit dengan menjual ikan, ia tidak putus sekolah dan rajin berdiskusi di masjid tentang sains. Beliau bersekolah hingga usia 25 tahun. Di sekolah, Al-Jahiz mempelajari banyak hal, seperti puisi Arab, filsafat Arab, sejarah Arab dan Persia sebelum Islam, serta Al-Qur’an dan hadist.

Al-Jahiz juga merupakan penganut awal determinisme lingkungan. Menurutnya, lingkungan dapat menentukan karakteristik fisik penghuni sebuah komunitas tertentu. Asal muasal beragamnya warna kulit manusia terjadi akibat hasil dari lingkungan tempat mereka tinggal. Berkat teori-teori yang begitu cemerlang, Al-Jahiz pun dikenal sebagai ahli biologi terbesar yang pernah lahir di dunia Islam. Ilmuwan yang amat tersohor di kota Basra, Irak itu berhasil menuliskan kitab Ritab Al-Haywan (Buku tentang Binatang). Dalam kitab itu dia menulis tentang kuman, teori evolusi, adaptasi, dan psikologi binatang. Al-Jahiz pun tercatat sebagai ahli biologi pertama yang mencatat perubahan hidup burung melalui migrasi. Tak cuma itu, pada abad ke-9 M. Al-Jahiz sudah mampu menjelaskan metode memperoleh ammonia dari kotoran binatang melalui penyulingan. Sosok dan pemikiran Al-Jahiz pun begitu berpengaruh terhadap ilmuwan Persia, Al-Qazwini, dan ilmuwan Mesir, Al-Damiri. Karirnya sebagai penulis ia awali dengan menulis artikel. Ketika itu Al-Jahiz masih di Basra. Sejak itu, ia terus menulis hingga menulis dua ratus buku semasa hidupnya.

Pada abad ke-11, Khatib al-Baghdadi menuduh Al-Jahiz memplagiat sebagian pekerjaannya dari Kitab al-Hayawan of Aristotle. Selain al-Hayawan, beliau juga menulis kitab al-Bukhala (Book of Misers or Avarice & the Avaricious), Kitab al-Bayan wa al-Tabyin (The Book of eloquence and demonstration), Kitab Moufakharat al Jawari wal Ghilman (The book of dithyramb of concubines and ephebes), dan Risalat mufakharat al-sudan ‘ala al-bidan (Superiority Of The Blacks To The Whites).

Suatu ketika, pada tahun 816 M ia pindah ke Baghdad. Al-Jahiz meninggal setelah lima puluh tahun menetap di Baghdad pada tahun 869, ketika ia berusia 93 tahun.

10. Ar-Razi / RAZHES

Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi (Persia:أبوبكر الرازي) atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 – 930. Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925.

Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Rayy. Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad. Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serbabisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam.

Biografi

Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 Hijirah dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 Hijriah. Nama Razi-nya berasal dari nama kota Rayy. Kota tersebut terletak di lembah selatan jajaran Dataran Tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran, Iran. Di kota ini juga, Ibnu Sina menyelesaikan hampir seluruh karyanya.

Saat masih kecil, ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau musisi tapi dia kemudian lebih tertarik pada bidang alkemi. Pada umurnya yang ke-30, ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni bidang alkemi dikarenakan berbagai eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. Kemudian dia mencari dokter yang bisa menyembuhkan matanya, dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari ilmu kedokteran.

Dia belajar ilmu kedokteran dari Ali ibnu Sahal at-Tabari, seorang dokter dan filsuf yang lahir di Merv. Dahulu, gurunya merupakan seorang Yahudi yang kemudian berpindah agama menjadi Islam setelah mengambil sumpah untuk menjadi pegawai kerajaan dibawah kekuasaan khalifah Abbasiyah, al-Mu’tashim.

Razi kembali ke kampung halamannya dan terkenal sebagai seorang dokter disana. Kemudian dia menjadi kepala Rumah Sakit di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq, penguasa Samania. Ar-Razi juga menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq. Beberapa tahun kemudian, ar-Razi pindah ke Baghdad pada masa kekuasaan al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah rumah sakit di Baghdad.

Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada tahun 907 Masehi, ar-Razi memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya di Rayy, dimana dia mengumpulkan murid-muridnya. Dalam buku Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist, ar-Razi diberikan gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid. Selain itu, ar-Razi dikenal sebagai dokter yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat kepadanya.

Kontribusi

Bidang Kedokteran= Cacar dan campak

Sebagai seorang dokter utama di rumah sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan orang pertama yang membuat penjelasan seputar penyakit cacar:

“Cacar terjadi ketika darah ‘mendidih’ dan terinfeksi, dimana kemudian hal ini akan mengakibatkan keluarnya uap. Kemudian darah muda (yang kelihatan seperti ekstrak basah di kulit) berubah menjadi darah yang makin banyak dan warnanya seperti anggur yang matang. Pada tahap ini, cacar diperlihatkan dalam bentuk gelembung pada wine. Penyakit ini dapat terjadi tidak hanya pada masa kanak-kanak, tapi juga masa dewasa. Cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah mencegah kontak dengan penyakit ini, karena kemungkinan wabah cacar bisa menjadi epidemi.”

Diagnosa ini kemudian dipuji oleh Ensiklopedia Britanika (1911) yang menulis: “Pernyataan pertama yang paling akurat dan tepercaya tentang adanya wabah ditemukan pada karya dokter Persia pada abad ke-9 yaitu Rhazes, dimana dia menjelaskan gejalanya secara jelas, patologi penyakit yang dijelaskan dengan perumpamaan fermentasi anggur dan cara mencegah wabah tersebut.”

Buku ar-Razi yaitu Al-Judari wal-Hasbah (Cacar dan Campak) adalah buku pertama yang membahas tentang cacar dan campak sebagai dua wabah yang berbeda. Buku ini kemudian diterjemahkan belasan kali ke dalam Latin dan bahasa Eropa lainnya. Cara penjelasan yang tidak dogmatis dan kepatuhan pada prinsip Hippokrates dalam pengamatan klinis memperlihatkan cara berpikir ar-Razi dalam buku ini.

Berikut ini adalah penjelasan lanjutan ar-Razi: “Kemunculan cacar ditandai oleh demam yang berkelanjutan, rasa sakit pada punggung, gatal pada hidung dan mimpi yang buruk ketika tidur. Penyakit menjadi semakin parah ketika semua gejala tersebut bergabung dan gatal terasa di semua bagian tubuh. Bintik-bintik di muka mulai bermunculan dan terjadi perubahan warna merah pada muka dan kantung mata. Salah satu gejala lainnya adalah perasaan berat pada seluruh tubuh dan sakit pada tenggorokan.”


Alergi dan demam

Razi diketahui sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit “alergi asma”, dan ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Pada salah satu tulisannya, dia menjelaskan timbulnya penyakit rhintis setelah mencium bunga mawar pada musim panas. Razi juga merupakan ilmuwan pertama yang menjelaskan demam sebagai mekanisme tubuh untuk melindungi diri.

Farmasi

Pada bidang farmasi, ar-Razi juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula dan mortar. Ar-razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.

Etika kedokteran

Ar-Razi juga mengemukakan pendapatnya dalam bidang etika kedokteran. Salah satunya adalah ketika dia mengritik dokter jalanan palsu dan tukang obat yang berkeliling di kota dan desa untuk menjual ramuan. Pada saat yang sama dia juga menyatakan bahwa dokter tidak mungkin mengetahui jawaban atas segala penyakit dan tidak mungkin bisa menyembuhkan semua penyakit, yang secara manusiawi sangatlah tidak mungkin. Tapi untuk meningkatkan mutu seorang dokter, ar-Razi menyarankan para dokter untuk tetap belajar dan terus mencari informasi baru. Dia juga membuat perbedaan antara penyakit yang bisa disembuhkan dan yang tidak bisa disembuhkan. Ar-Razi kemudian menyatakan bahwa seorang dokter tidak bisa disalahkan karena tidak bisa menyembuhkan penyakit kanker dan kusta yang sangat berat. Sebagai tambahan, ar-Razi menyatakan bahwa dia merasa kasihan pada dokter yang bekerja di kerajaan, karena biasanya anggota kerajaan suka tidak mematuhi perintah sang dokter.

Ar-Razi juga mengatakan bahwa tujuan menjadi dokter adalah untuk berbuat baik, bahkan sekalipun kepada musuh dan juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Buku-buku Ar-Razi pada bidang kedokteran

Berikut ini adalah karya ar-Razi pada bidang kedokteran yang dituliskan dalam buku:
* Hidup yang Luhur (Arab: الحاوي).
* Petunjuk kedokteran untuk masyarakat umum (Arab:من لا يحضره الطبيب)
* Keraguan pada Galen
* Penyakit pada anak

sumber : http://www.klikunic.com/2011/05/inilah-10-ilmuwan-islam-paling-berjasa.html

Tahqiq Ma’na asy Syahadatain

(Perealisasian Kandungan Dua Kalimat Syahadat)

Hubungan mukmin dengan Allah SWT merupakan hubungan ubudiyah (pengabdian). Hubungan ini didasari kepada tiga unsur yaitu cinta, perniagaan dan amal atau jihad. Dengan transaksi ketiga unsur diatas, setiap mukmin wajib menjalani hidupnya sebagai pejuang Islam dengan senantiasa memper-siapkan watak seorang mujahid. Dengan syahaadat yang diyakininya, kita mesti mengamalkan syahadat di dalamkehidupan kita seharian seperti bertaubat, mengabdikan dirikepada Allah SWT, memuji Allah SWT, melaksana kan siyahah, senantiasa ruku dan sujud, menyuruh kepada makruf dan memelihara hukum Allah SWT.

A. Al-Mahabbah (Cinta)

Cinta yaitu suatu ikatan hati untuk mencintai apa saja yang dicintai Allah SWT dan apa-apa yang ditentukan Allah SWT baginya. Ikatan ini membuat pribadi mukmin dengan kecintaan dan keredaan Allah SWT. Hubungan cinta mukmin dengan Allah SWT digambarkan dalam Al Quran sebagai sesuatu yang teramat sangat kecintaannya terhadap Allah SWT. Di antara tanda cinta kepada Allah adalah senang membaca Kitabullah dan bergetar hatinya tatkala nama Allah SWT disebut. Orang yang mencintai Allah adalah orang yang cenderung terhadap Kitabullah.

Dalil

  • Q. 2:165. Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).
  • Q. 8:2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat­ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,
  • Q. 39:25. Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.

B. At-Tijaarah (Perniagaan)

Pada hakikatnya semua manusia miskin dan faqir, tidak memiliki sesuatupun termasuk dirinya sendiri. Semua yang ada hanyalah milik Allah SWT Tetapi dalam perjanjian ini Allah SWT menawarkan kepada mukmin untuk menjual apa-apa yang bukan miliknya itu kepada Allah SWT: Perjanjian ini merupakan perniagaan dengan keuntungan di pihak mukmin yang sangat besar. Penawaran Allah SWT untuk berjual beli kepada orang mukmin baik harta atau jiwanya dengan surga yang dimiliki Allah merupakan suatu keuntungan besar yang dapat membawa kebebasan dari neraka. Pernyataan Allah SWT bahwa Allah SWT telah membeli mukminin dan jual beli ini tidak akan merugikan.

Dalil

  • Q. 61:10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?
  • Q. 9:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang­orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
  • Q. 35:29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Hadits. Pernyataan sahabat Nabi tentang baiah mereka dengan Rasulullah, “Kami berbaiah dengan Rasulullah untuk mendengar dan taat apakah dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam kondisi malas maupun giat, dalam hal yang menyenangkan dan pada keadaan merasa dirugikan.

B.1. Al’Baa’i (Mukmin Sebagai Penjual)

Mukmin sebagai penjual, yang dijualnya adalah harta (amwal) yang dimilikinya, yaitu semua simbol yang melekat pada dirinya dan yang dianggap sebagai miliknya. Seperti harta, kekayaan, kedudukan, kerjanya, jawatan, pengaruh dan sebagainya. Jiwa (nafs), meliputi nyawanya, tenaganya, waktu dan kesempatannya, perasaannya dan lain-lain. Mukmin sebagai penjual dengan menjual harta dan nyawa. Manakala Allah SWT membelinya dengan surga. Mukmin mempunyai kewajiban beriman kepada Allah SWT dan Rasul. Hanya orang beriman saja yang bersedia menjual harta dan jiwanya untuk berkorban dan berjuang di jalan Allah SWT Manusia beriman menjual berupa harta, nyawa dan tenaga untuk kepentingan tegaknya Islam di muka bumi ini. Walaupun demikian yang dituju dengan penjualan ini adalah keridhaan Allah SWT sebagai harta tertinggi.

Dalil

  • Q. 9:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang­orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
  • Hadits. Abdullah bin Rawahah R.A meriwayatkan, berkata Rasulullah SAW pada malam Aqabah,”Berjanjilah kepada Tuhanmu dan kepada dirimu apa yang engkau kehendaki. Beliau melanjutkan,”Aku berjanji kepada Tuhanku kiranya kamu menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Aku berjanji dengan diriku kiranya kamu memberiku dengan jiwa dan hartamu yang hendak kamu berikan,”Para sahabat bertanya,”Apa imbalanya jika kami melakukan hal itu ?”, Beliau menjawab,”Surga”. Mereka berkata,”Jual beli yang menguntungkan. Kami tidak akan banyak bicara.” Maka diturunkanlah ayat,”Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka ” Q. 61:11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul­Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,
  • Q. 2:265. Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Al­lah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
  • Q. 3:195. Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan­-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.”
  • Q. 2:207. Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

B.2. AI-Musytarii (Allah SWT Sebagai Pembeli)

Dalam hal ini Allah SWT sebagai pembeli tunggal yang akan memberikan dua keuntungan yang sangat besar bagi penjual tersebut, yaitu surga dengan segala kenikmatannya, sebagai pengganti harta yang diberikan mukmin. Ridha Allah SWT yang jauh lebih nikmat dari surga sebagai pengganti dari jiwa yang diberikan mukmin. Allah SWT sebagai pembeli dengan memberikan surga dan keridhaan Allah SWT Hal ini merupakan harga yang sangat tinggi yang Allah tawarkan karena berupa keridhaan Allah yang lebih tinggi nilainya dari apapun.

Dalil

  • Q. 9:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang­orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
  • Q. 98:8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

C. Al-`Amal (Aktivitas)

Hubungan ini merupakan hasil dari hubungan cinta dan jual beli yang meliputi semua pelaksanaan perintah Allah SWT dengan semangat ridha. Juga meliputi semua aktivitas pribadi, keluarga, masyarakat dan bemegara. Disamping itu juga, menjauhi semua larangan-larangan Allah SWT dan hal-hal yang dapat membawa pada kebencianNya. Karena itu mukmin menyediakan diri untuk hidup dibawah naungan Al-Quran dan Sunnah. Kewajiban bekerja melakukan perintah Allah SWT dan Allah SWT sajalah yang akan menilai aural perbuatan seseorang. Kontrak kerja dengan Allah SWT adalah aktivitas untuk mencari ridha Nya. Mukmin beramal jama’i dengan saudara-saudaranya sesama mukmin apakah laki-laki maupun perempuan. Lihat pula 9:71-72.

Dalil

  • Q. 9:105. Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.
  • Q. 3:195. Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan aural orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan. kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.”
  • Q. 9:71-72. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalab) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) syurga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di syurga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.

D. AI-Jihaad (Perjuangan)

Sebagai puncak dari cintanya kepada Allah SWT, jual beli dengan Allah SWT serta aplikasinya ke dalam hidup, maka mukmin memperjuangkan dienullah. Ia selalu menegakkan kali-matullah dalam diri, keluarga maupun masyarakatnya. la berupaya sekuat tenaga untuk menjadikan dirinya sebagai mujahid fi sabilillah. Dimulai dengan ucapan syahadatnya, seluruh hidupnya merupakan jihad. Cita-citanya yang ter-tinggi adalah mencapai syahaadah (syahid). Mukmin menya-dari bahwa tiada izzah tanpa jihad dan bahwa syahid meru-pakan puncak kenikmatan hidup di dunia maupun di akhirat. Perintah Allah SWT melaksanakan jihad dengan sebenar­-benarnya jihad sebagai aplikasi keislaman seseorang. Manfaat jihad itu sendiri kembali kepada diri mukmin karena sesungguhnya merupakan jual beli dengan Allah SWT. Gambaran Allah SWT tentang kenikmatan syahid fi sabilillah sangat banyak di Al Quran sehingga memberikan motivasi kepada orang mukmin untuk mencari mati syahid. Sej arah Nabi SAW menggambarkan begitu banyaknya para sahabat yang berduyun-duyun ikut berperang untuk mendapatkan syahid.

Dalil

  • Q. 22:78. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
  • Q. 29:69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
  • Q. 3:168. Orang-orang yang mengatakan kepada saudara­saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh”. Katakanlah: “Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar.”
  • Q. 2:152. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat) -Ku.
  • Hadits. Sabda Rasul, “jihad merupakan puncak (dzirwatul sanamil) Islam.
  • Hadits. Karena cintanya Rasulullah pada syahid, beliau berkata, “Tiada seseorangpun yang mati yang ingin kembali ke dunia (dengan merasakan kematiannya) kecuali syahid. Ini disebabkan kelebihannya”.
  • Hadits. “Barangsiapa yang memohon syahid kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya permohonan, maka Allah SWT akan menyampaikannya pada derajat syuhada meskipun is wafat diatas tempat tidurnya”.

E. Hayaah Al-Mukmin (Kehidupan Mukmin)

Sifat-sifat mujahid yang mestinya ada pada setiap mukmin: bertaubat, beribadah, memuji, bersiyahah, ruku’, sujud, amar ma’ruf, nahi munkar dan memelihara hukum-hukum Al­lah SWT. Dengan pelaksanaan cinta, perniagaan dan amal/jihad di atas, sikap mukmin wajib menjalani hidupnya sebagai pejuang Islam dengan senantiasa mempersiapkan watak seorang mujahid yaitu:

1. At-Taubah (Tobat). Senantiasa bertaubat, memohon ampunan dari dosa dan menghindarkan diri dari sebab­sebab kemaksiatan.

2. At-Tahmid (Pujian). Senantiasa mengabdikan diri kepada Allah SWT apakah dalam keadaan lapang maupun sempit dengan pengabdian yang ikhlas.

3. I-`Ibaadah (Ibadah). Senantiasa memuji, menyanjung dan mengagungkan Allah SWT dalam berbagai kesempatan.

4. As-Siyaahah (Bepergian). Senantiasa melakukan syahaadah dengan antara lain: mencari ilmu yang memberi kemanfaatan bagi Islam dan kaum muslimin, bertafakkur tentang alam dan realita umat dan melawat atau berjalan dalam rangka dakwah.

5. Ar-Rukuu’ (Ruku). Senantiasa ruku’ yaitu menghinakan diri dengan tidak sombong terhadap kehendak dan kemauan Allah SWT

6. As-Sujuud (Sujud).

7. Al-Amru bil-Ma’ruuf (Menyuruh kepada Kebaikan). Menyuruh kepada yang ma’ruf (kebaikan).

8. An-Nahyu ‘Anil Munkar (Melarang dari Kemungkaran). Mencegah dari yang munkar (keburukan) dan yang dibenci Allah SWT Wa Al-Haafizhuuna Li-Huduudillaah (Menjaga Hukum­hukum Allah). Selalu memelihara hukum Allah SWT, yaitu pelaksanaan kitabullah pada dirinya dan memperjuangkan agar terlaksana di masyarakatnya.

Dalil

  • Q. 9:112. Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum­hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.

Sebagai seorang mukmin berusaha menjaga syahadat dari futur (kendor) dan melemah. Untuk itu perlu mengetahui bagaimana syahadat diterima atau ditolak. Untuk diterimanya syahadat maka diperlukan beberapa persediaan misalnya ilmu, yakin, ikhlas, shidqu, mahabbah, qabul dan amal nyata. Juga kita perlu menolak kebodohan terhadap syahadat, keraguan, kemusyrikan, dusta, kebencian, penolakan dan tidak beramal.

1. Syuruuth Qabuul Asy-Syahaadatain (Syarat Diterimanya Dua Kalimat Syahadat)

A. Al-`llm Al-Munaafii Lil Jahl (Ilmu yang Menolak Kebodohan)

Seorang yang bersyahadah mesti memiliki pengetahuan tentang syahadatnya. Ia wajib memahami arti dua kalimat ini serta bersedia menerima hasil ucapannya. Orang yang jahil tentang makna syahaadatain tidak mungkin dapat meng-amalkannya. Manusia berkewajiban mempelajari laa ilaaha illa Allaah, karena kunci mendapatkan rahmat dari Allah dan mendapatkan banyak kebaikan. Mereka yang bersyahadat adalah Allah SWT, malaikat, dan orang-orang yang berilmu (para nabi dan orang beriman).

Dalil

  • Q. 47:19. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.
  • Q. 3:18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
  • Hadits. Dalam As-shahih diriwayatkan dari Usman R.A. yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ” Barangsiapa meninggal, sedang ia mengetahui bahwa tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Allah, la masuk sorga.”

B. Al-Yaqiin Al-Munaafii Lisy-Syak (Yakin yang Menolak Keraguan)

Seorang yang bersyahadat mesti meyakini ucapannya sebagai suatu yang diimaninya dengan sepenuh hati tanpa keraguan. Yakin membawa seseorang pada istiqamah, manakala ragu-ragu akan menimbulkan kemunafiqan. Iman yang benar tidak bercampur dengan keraguan. Mereka tidak ragu untuk mengorbankan semua harta dan jiwanya untuk kepentingan perjuangan Islam.

Menolak keraguan yang datangnya dari Allah adalah yakin menjadikan seseorang terpimpin dalam hidayah sebagai ruj ukannya. Di antara ciri mukmin adalah tidak ragu dengan kitabullah dan yakin terhadap Hari Akhir.

Dalil

  • Hadits. Dari Abu Hurairah R.A. Rasulullah SAW bersabda,”Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Al­lah. Tidak ada seorang hamba yang bertemu dengan Allah dengan dua kalimat ini dan tidak ragu tentang kedua­duanya, kecuali masuk surga.” (HR. Muslim).
  • Q. 49:15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.
  • · Q. 32:24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.
  • Q. 2:1-5. Alif Laam Miim. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

C. Al-Ikhlaash Al-Munaafii Lisy-Syirk (Ikhlas yang Menolak Kemusyrikan)

Ucapan syahadat mesti diiringi dengan niat yang ikhlas lillahi ta’ala. Ucapan syahadat yang bercampur dengan riya’ atau kecenderungan tertentu tidak akan diterima Allah SWT Ikhlas dalam bersyahadat merupakan dasar yang pal­ing kukuh dalam pelaksanaan syahadat. Syahadat merupakan ibadah, karenanya dilakukan dengan ikhlas. Ikhlas berarti menolak kemusyrikan. Perbuatan apapun yang mengandung kemusyrikan akan menghapus amal. Oleh karena itu amat merugi bagi manusia yang beramal tetapi tidak ikhlas sehingga amalnya menjadi sia-sia saja tanpa bermakna. Ibadah yang tidak ikhlas, tidak diterima oleh Allah SWT Tidak ikhlas berarti juga menjadikan tandingan-tandingan. selain Allah sebagai tuhannya.

Dalil

  • Hadits. Dari Abu Hurairah R.A. bahwa Nabi SAW bersabda,” Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku adalah orang yang mengucapkan Laa Ilaahaa Illa Allaah secara tulus ikhlas dari hatinya, atau dari jiwanya.”
  • Q. 98:5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada­Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.Q. 39:11, 14.
  • Q. 39:65. Dan sesungguhnya telah liwahyukan kepadamu ian kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu nempersekutukan (Tuhan), niscayaakan hapuslah amalmu Ian tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
  • Q. 18: 110. Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: ‘Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan aural yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

D. Ash-Shidq AI-Munaafii Lil-Kadzib (Kebenaran yang Menolak Kedustaan)

Dalam pernyataan syahadat muslim wajib membenarkan tanpa dicampuri sedikitpun dusta (bohong). Benar adalah landasan iman, sedangkan dusta .andasan kufur. Sikap shiddiq akan menimbulkan ketaatan dan amanah. Sedangkan dusta menimbulkan kemaksiatan dan pengkhianatan. Ciri-ciri takwa adalah sikap sidiq. Kebenaran yang diamalkan seseorang akan mempengaruhi tingkah laku dan pemikirannya. Mereka bertingkah laku dan berfikir dengan benar apabila bersikap sidiq. Orang yang benar akan terbukti dalam medan jihad dan Allah SWT membalas mereka, sedangkan orang-orang munafiq akan mendapat siksa. Ciri nifaq adalah dusta. Orang yang munafik tidak saja mendustakan manusia tetapi juga berani berdusta kepada Allah. Kebenaran dan kemunafikan diuji melalui cobaan. Cobaan akan menjadi seleksi bagi seseorang. Sejarah menunjukkan bahwa cobaan merupakan cara untuk mengetahui siapa yang betul-betul berjuang di jalan Allah atau tidak sungguh­sungguh berjuang.

Dalil

  • Hadits. Dari Mu’adz bin Jabal R.A. bahwa Nabi SAW bersabda, “Tak seorangpun yang bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dengan jujur dari hatinya, kecuali Allah mengharamkannya disentuh api neraka.
  • Q. 39:33. Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang­orang yang bertakwa.
  • Q. 33:23-24. Di antara orang-orang mukmin itu ada or­ang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya), supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dike hendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • Q. 2:8-10. Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hat mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam had mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
  • Q. 29:2-3. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
  • Hadits. Sikap benar mengajak kepada kebaikan dan kebaikan membawa ke surga. Sifat dusta mengajak kepada keburukan dan keburukan membawa ke neraka.
  • · Hadits. Tinggalkanlah yang meragukanmu, sesungguhnya benar itu menenangkan (hati) sedangkan dusta itu meragu­ragukan.

E. AI-Mahabbah Al-Munaafiyah Lil-Bughdh wa Al­ Karaahah (Mahabbah yang Menolak Kebencian)

Dalam menyatakan syahadat ia mendasarkan pernya-taannya dengan cinta.

Cinta ialah rasa suka yang melapangkan dada. Ia merupakan ruh dari ibadah, sedangkan syahaadatain merupakan ibadah yang paling utama. Dengan rasa cinta ini segala beban akan terasa ringan, tuntutan syahaadatain akan dapat dilaksanakan dengan mudah.
Cinta kepada Allah SWT yang teramat sangat merupakan sifat utama orang beriman. Mereka juga membenci apa saja yang dibenci oleh Allah SWT. Mukmin mendahulukan kecintaan kepada Allah SWT, Rasul dan jihad dari kecintaan terhadap yang lain.

Dalil

  • Hadits. “Tiga hal, barangsiapa dalam dirinya ada ketiganya, akan mendapatkan manisnya iman, bila Allah dan Rasul­Nya lebih ia cintai dari pada selain keduanya, bila seseorang mencintai seseorang yang lain, ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan apabila ia tidak ingin kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkan dirinya dari kekufuran itu sebagaimana is tidak ingin dijebloskan ke dalam neraka.” (HR.Bukhari).
  •  Q. 2:165. Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).
  • Hadits. Sabda Rasulullah, “Ada tiga perkara yang apabila ketiganya terdapat dalam diri seseorang, ia akan merasakan manisnya iman”.
  • Q. 9:24. Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara­saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul­Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

F. Al-Qabuul Al-Munaafii Lir-Rad ( Menerima yang Jauh Dari Penolakan)

Muslim secara mutlak menerima nilai-nilai serta kandungan isi syahaadatain. Tidak ada keberatan dan tanpa rasa terpaksa sedikitpun. Baginya tidak ada pilihan lain kecuali Kitabullah dan sunnah Rasul. la senantiasa siap untuk men-dengar, tunduk, patuh dan taat terhadap perintah Allah SWT dan RasulNya. Mukmin adalah mereka yang bertahkim (berhukum) kepada Rasul Allah SWT dalam seluruh persoalannya kemudian ia menerima secara total keputusan Rasul, tanpa ragu-ragu dan kebenaran sedikitpun. Ciri orang beriman ialah menerima ketentuan dan perintah Allah SWT tanpa keberatan dan pilihan lain. Ciri mukmin ialah menerima, mendengar dan taat terhadap Allah SWT dan Rasul dalam seluruh masalah hidup mereka.

Dalil

  • Q. 4:65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
  • Q. 33:36. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul­Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
  • Q. 28:68. Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).
  • Q. 24:51. Sesungguhnya j awaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.” “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

G. Al-Inqiyaad Al-Munaafii Lil-Imtinaa’ wa At-Tark wa `Adama AI-`Amal (Pelaksanaan yang Jauh dari Sikap Statik atau Diam)

Syahaadatain hanya dapat dilaksanakan apabila diwujudkan dalam amal yang nyata. Maka muslim yang bersyahadat selalu siap melaksanakan ajaran Islam yang menjadi aplikasi syahaadatain. la menentukan agar hukum dan undang­undang Allah SWT berlaku pada diri, keluarga maupun masyarakatnya. Perintah Allah SWT untuk bekerja di jalanNya dengar, perhitungan nilai kerja itu di sisi Allah SWT Orang yang bekerja akan mendapatkan kehidupan yang baik dan mendapat balasan surga Allah SWT

Dalil

  • Hadits. Dari Abi Muhammad Abdillah bin Amr bin Al­’Ash R.a. Barkata, bersabda Rasulullah SAW “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian, sehingga hawa nafsunya tunduk kepada ajaran yang aku bawa”.
  • Q. 9:105. Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerj akan”.
  • Q. 16:97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami ben balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

2. Ar-Ridhaa (Rela)

  • · Billah (Dengan Allah)
  • · Bir-Rasuul (Dengan Rasul)
  • · Bil-Islaam (Dengan Islam)

Individu yang bersyahadat dengan dasar ilmu, yakin, ikhlas, membenarkan kalimat syahadat tersebut, cinta, menerima syahadat dan melaksanakan kalimat syahadat dalam kehidupan sehari-hari akan mencapai sikap rela diatur oleh Allah, rasul dan Islam dalam setiap keadaannya.

 MARAAHIL AT-TAFAA’UL BISY-SYAHAADATAIN

(Tahap-tahap Interaksi dengan Dua Kalimat Syahadat)


Dua kalimat syahaadah adalah suatu kesaksian bahwa tiada yang wajib diabdi dengan penuh cinta kecuali hanya kepada Allah SWT saja. Kemudian kesaksian bahwa Muhammad itu meru-pakan Rasul Allah SWT Syahaadatain ini merupakan ruh yang melandasi keyakinan, pemikiran dan perbuatan orang-orang mukmin. Untuk mere alisasikannya mukmin mesti berinteraksi dengan kandungan makna syahaadatain yang didasari cinta dan ridha sehingga menjadi sibghah kepada hati, akal dan jasad.

1. Asy-Syahaadatain (Dua Kalimat Syahadat)

  • · Syahaadatain perlu dipelajari dan diketahui karena dua kalimat ini sebagai dasar bagi keseluruhan hidup manusia dan seluruh ajaran Islam.
  • · Ungkapan Allah SWT bahwa syahadat adalah dasar seluruh ajaran Islam. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan terhadap kalimat syahadatain ini.

Dalil

  • · Q. 47:19. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.
  • · Q. 37:35. Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illa Allaah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri.
  • · Q. 3:18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
  • · Hadits. Ungkapan Rasulullah mengenai bangunan Islam yang terdiri dari lima, menyaksikan bahwa Tiada Ilah selain Allah SWT dan bahwa Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, shaum di bulan ramadhan dan menunaikan haji bagi yang mampu.

2. Al-Mahabbah (Cinta)

  • · Mukmin mencintai dua kalimat syahaadah sehingga nilai yang menjadi kandungannya tidak diterima sebagai beban.
  • · Cinta ini tumbuh dari kecintaan kita kepada Allah SWT dan Rasul yang teramat sangat serta baraa, terhadap sembahan selain Allah SWT Cinta ini dilengkapi dengan cinta kepada Rasul yang

menjadi pembimbing utama menuju kecintaan Allah SWT dan cinta kepada Islam sebagai syarat untuk mendapatkan kecintaan Allah SWT

  • · Sikap kecintaan mukmin yang teramat sangat kepada Al­lah SWT adalah ciri dari kecintaannya kepada rasul dan Islam.
  • · Had mukmin bergetar ketika alma Allah SWT disebutkan ini disebabkan karena cintanya kepada Allah SWT

Dalil

  • · Q. 2:165. Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).
  • · Hadits. Sikap kecintaan mukmin terhadap Rasul, lebih dari mencintai ibu bapa maupun anaknya.
  • · Q. 8:2. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menj adi pelajaran bagi orang­orang yang beriman.

3. Ar-Ridhaa (Rela)

  • · Ridha yaitu kerelaan diri untuk menerima program Allah SWT sepenuhnya. Ridha hanya dapat lahir dari cinta yang sebenarnya.

Ridha hanya dapat lahir dari cinta yang sebenarnya. Fenomena ridha adalah kelezatan iman dalam dada. Ridha terwujud dalam tiga bentuk yaitu ridha kepada Allah SWT sebagai Rabb, ridha kepada Islam sebagai aturan hidup dan ridha kepada Rasul pemimpin dan teladan kehidupan.

A. Ridha kepada Allah SWT sebagai Tuhan (Rabb)

  • · Ridha kepada Allah SWT adalah menjadikan kehendak dan kemauan pribadi. Rela Allah SWT sebagai pengatur, pembimbing dan pendidik yang senantiasa mencintai, melindungi dan menyayangi dirinya. Karena itu seluruh aktivitas hidupnya ditujukan untuk mencari keridhaan Allah SWT
  • · Arti ridha terhadap Allah SWT adalah menjadikan kemauan Allah SWT sebagai kemauan kita sendiri atau tidak menghendaki apapun selain yang dikehendaki Allah SWT terhadap kita.
  • · Orang mukmin senantiasa mencari ridha Allah SWT dalam berjihad, meskipun mesti mengorbankan seluruh dirinya.
  • · Mereka yang beribadah dengan ikhlas akan mendapat ridha Allah SWT, lihat pula Q. 9:100. Allah pun akan ikhlas dan ridha kepada hambaNya yang beribadah ikhlas kepadaNya.

Dalil

  • Q. 76:30. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
  • · Q 2:207. Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
  • Q. 60:1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman­teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita­ berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada j alan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
  • · Q. 98:8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
  • · Hadits. Ibnu Mardawih meriwayatkan dari Usman An­Nahdi dari Shuhaib, dia berkata, ketika aku hendak berhijrah dari Makkah untuk mengikuti Nabi SAW, maka kaum Quraisy berkata kepadaku, Hai Shuhaib, dahulu kamu datang kepada kami tanpa harta, sekarang kamu hendak pergi sambil membawa harta? Demi Allah, hal ini tidak boleh terjadi. Maka saya berkata kepada mereka, Apakah kalian akan membebaskan aku jika aku memberikan hartaku kepada kalian? Mereka mengiyakannya. Kemudian kuserahkan hartaku kepada mereka dan mereka pun membiarkan aku pergi hingga tiba di Madinah. Kasus itu lalu sampai kepada Nabi maka beliau bersabda,”Shuhaib beruntung ….Shuhaib beruntung “
  • Q. 9:100 Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama­tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga­surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.

B. Ridha kepada Islam sebagai Aturan Hidup (Dien)

  • · Islam diyakini sebagai satu-satunya aturan hidup bagi dirinya. Tidak ada aturan lain. Karena Islam adalah dien yang lengkap dan sempurna, menyelesaikan semua masalah, merupakan jalan lurus dan membawa pemeluknya kepada kebahagiaan dan keselamatan hidup.
  • · Islam adalah dien yang lengkap dan sempurna, merupakan nikmat Allah SWT yang mengatur seluruh hidup manusia. Allah SWT ridha dengan Islam sebagai dien bagi kita maka kitapun harus ridha dengan dienul Islam, maka seluruh tuntutan Islam mesti dipenuhi dengan penuh kesadaran dan kerelaan, lihat Q. 3:19.

Dalil

  • · Hadits. Abdur Razak meriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW Bahwa beliau bersabda,”Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya, tiada seorang yang mendengar tentang aku dari umat ini: orang Yahudi atau Nasrani, lalu dia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada (risalah) yang aku diutus untuknya melainkan dia termasuk penghuni neraka. (HR. Abdur Razak).
  • · Q. 5:3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku­cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • · Q. 3:19 Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

C. Ridha kepada Rasul sebagai Teladan (Uswah)

  • · Dalam melak-sanakan Islam maka Muhammad SAW dijadikan sebagai contoh dan ikutan. Semua langkah dan tindakan dilaksanakan sesuai dengan bimbingan Rasulullah ini. Karena Muhammad SAW adalah manusia pilihan yang diutus Allah SWT, insan kamil, pendidik utama yang selalu menyayangi umatnya.
    • · Ciri sikap seorang mukmin adalah selalu mencari ridha kepada Allah SWT dan RasulNya.
    • · Rasulullah sangat sesuai untuk diridhai karena teramat sayang kepada umatnya, hal ini dapat kita lihat dalam sirah Nabi SAW tentang bagaimana Nabi SAW beraksi dengan para sahabatnya.
      • · Keimanan seseorang ditentukan oleh kerelaannya bertahkim kepada keputusan Rasulullah tanpa keberatan dalam menerima keputusan tersebut.

Rasulullah adalah teladan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Barangsiapa yang mencontohkannya maka mereka akan mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah SWT

Dalil

  • · Q. 9:59. Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebahagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah”, (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).
  • · Q. 9:128-129. Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘ Arsy yang agung”.
  • Q. 4:65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
  • · Hadits. Tidak beriman salah seseorang di antaramusehingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku (Muhammad) datangkan.
  • · Q. 33:21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullahitu surf teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

4. Shibghah (Celupan)

  • · Cinta dan keridhaan kepada Allah SWT, Rasul dan Islam me-warnai seluruh aspek kehidupan mukmin, menjadi sibghah dalam dirinya. Sibghah adalah iman yang merasuk sampai ke tulang yang tidak dapat lepas, bersifat suci, murni dan tidak bercampur dengan syirik walaupun setitik. Seorang yang hidupnya dalam sibghah Allah SWT seluruh hidupnya meru-pakan ibadah atau pengabdian kepada Al­lah SWT Untuk meng-aplikasikannya sibghah diperlukan:
  • · Pengenalan yang sebenarnya terhadap Allah SWT dan interaksi denganNya dalam bentuk penghambaan.
  • · Pengenalan kepada Islam serta siap menghayati dan mengamalkannya baik dalam diri, keluarga, maupun masyarakat. Islam harus diperjuangkan sehingga tegak di bumi Allah SWT
  • · Pengenalan kepada Rasul SAW serta sedia mengikuti bentuk hidup beliau sesuai dengan kemampuan.
  • · Iman sejati adalah sibghah Allah SWT yang meliputi dirinya. Sibghah Allah SWT ini menjadikan setiap perbuatannya beribadah kepada Allah SWT
  • · Iman yang sejati tidak bercampur dengan kemusyrikan meskipun sedikit. Orang yang memilikinya akan memperoleh rasa aman.
  • · Pengenalan terhadap laa ilaaha illa Allaah merupakan suatu kewajiban setiap muslim dan akan mewarnai kehidupannya dengan naungan Islam.
  • · Pengenalan terhadap Rasul akan membawa kita mudah mengetahui bagaimana cara untuk mengamalkan Islam
  • · Pengenalan terhadap Islam mempermudahkan kita mewarnai kehidupan ini dengan nilai-nilai Islam.

Dalil

  • · Q. 2:138. Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.
  • · Q. 6:82. Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezalinan (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
  • · Q. 47:19. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.
  • · Q. 20:14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
  • · Q. 9:128. Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat betas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
  • · Q. 18:110. Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah is mengerjakan aural yang saleh dan janganlah is mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.
  • · Q. 3:19,85. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali­kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

A. Shibghah Qalb (Hati yang Tercelup)

  • · Hati (qolb) yang tersibghah adalah had yang suci, bersih dan senantiasa berhubungan dengan Allah SWT, siap menerima pim-pinan dan bimbinganNya. Dalam hati ini terpancarlah aqidah (itikad) yang sehat dalam keyakinan dan keimanannya. Aqidah yang benar dan sehat tersebut menjadikan muslim selalu berniat ikhlas dalam setiap langkah tindakannya. Niat adalah dasar ibadah, apakah diterima atau ditolak ibadah seseorang ditentukan oleh niatnya.
  • · Ciri orang beriman adalah hatinya yang suci bersih dan siap menerima keyakinan Islam. Mereka memiliki suatu keyakinan terhadap kebenaran Islam.
  • · Allah berfirman bahwa hati mukmin akan gemetar apabila disebut asma Allah SWT
  • · Juga disebutkan ciri terwarnainya seseorang mukmin dengan nilai Islam adalah hatinya senantiasa bertaubat dan kembali kepada Allah SWT
  • · Keyakinan yang terdapat dalam dada setiap muslim merupakan iman yang mantap.

Dalil

  • · Q. 26:89. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, Q. 23:35. Apakah is menjanjikan kepada kamu sekalian, bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu)?,
  • Q. 50:33. (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat,
  • · Hadits, keterangan Rasulullah yang menyatakan takwa ada di dalam dada (hati) seseorang. Q. 3:84. Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’ il, Ishaq, Ya’qub, clan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘ Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda­bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada­Nya-lah kami menyerahkan diri.”
  • · Q. 2:136. Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’ qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi­nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.
  • · Q. 4:136. Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul­rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.
  • · Hadits, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya sahnya suatu amal ditentukan oleh niat. Dan sesungguhnya setiap or­ang akan memperoleh sesuai yang is niatkan”.

B. Shibghah ‘Aql (Akal yang Tercelup)

  • · Akal (aqal) tersibghah senantiasa ber-tafagquh fiddien. Aktif memikirkan kejadian langit, bumi dan segala isinya, mem-pelajari semua fenomena alam sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT dibimbing oleh wahyu-Nya. Dari akal yang selalu menyingkap rahasia fenomena alam ini lahirlah pemikiran Islam (Fikrah Islam), yaitu pemikiran atau idea yang merupakan aplikasi ajaran Islam yang bersumberkan kepada Kitabullah dan bimbingan Rasul. Fikrah yang Islami menjadikan muslim memiliki suatu pro­gram (minhaj) yang benar dalam menghadapi kehidupan. Program kehidupannya mampu menegakkan ajaran Allah SWT (Al Islam).
  • · Firman Allah SWT yang mengi-syaratkan bahwa pentingnya berfikir tentang tanda-tanda kekuatan Allah SWT di alam semesta.
  • · Pada kejadian alam semesta banyak terdapat peringatan bagi mereka yang mau menggunakan akalnya.
  • · Orang kafir menyesal di neraka karena tidak menggunakan akalnya dengan maksimal.

Muslim bertafagquh fiddien sesuai bidang yang diminatinya dalam rangka menegakkan dienullah.

Dalil

  • · Q. 3:190, 191 Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang­orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
  • Q. 30:20-24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba­tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan savang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. Dan di antara tanda­tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. Dan d antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar­benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar­benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
  • · Q. 50:37. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar­benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hail atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.
  • · Q. 67:10. Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.
  • · Q. 9:120. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,
  • Hadits, sabda Rasul: “Barangsiapa yang Allah SWT kehendaki menjadi baik, maka difahamkan Nya dalam Dien”.

C. Shibghah Jasad (Fisik yang Tercelup)

  • · Fisik (Jasad) yang tersibghah senantiasa dipelihara kesehatan dan kekuatannya. Jasad ini dibangun dengan berbagai cara agar mampu mengikuti jejak hidup Rasulullah SAW Dapat mela kukan aktifitas (amal) atau bekerja sesuai bimbingan Allah SWT dalam kitabullah. Menjadi wujud yang nyata dari Aqidah dan fikrah-Nya. Dapat melaksanakan bimbingan dan pimpinan Allah SWT baik untuk individu maupun masyarakat sesuai dengan kemam-puannya. Pelaksanaan (tanfiidzan) ini berdasarkan niat yang ikhlas dan program yang digariskan.
  • · Syarat seorang pemimpin dalam Al-Quran adalah orang yang memiliki ilmu yang luas dan tubuh yang kuat.

Pilihan untuk mencari pemimpin yang mampu untuk menerima amanah akan jatuh kepada orang yang bertubuh kuat dan terpercaya.

Dalil

  • Q. 2:247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
  • · Q. 28:26. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah is sebagai orang yang bekerj a (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”
  • · Hadits. Rasulullah SAW memerintahkan “Ajarkanlah anak-anakmu berenang dan memanah”.
  • · Hadits. Rasulullah menyatakan: “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah SWT dari mukmin yang lemah”.

Menuju Wembley ..

Posted: May 5, 2011 in Barcelonistas

Akhirnya, sampailah tim kebanggaan saya di partai puncak UEFA Champions League, meski ditahan imbang oleh musuh bebuyutannya, Real Madrid 1 -1 semalam, Barcelona tetap malaju ke partai puncak karena unggul agregat 3 -1.

Dan sekarang, tinggal menunggu siapa lawan yang akan dihadapi di Wembley 28 Mei nanti, apakah Manchester United atau Schalke 04 ?. Jika dilihat dari hasil leg pertama di Galsenkirchen pekan lalu, mungkin calon terkuat adalah Manchester United karena mereka sudah unggul agregat 2-0. Malam ini, keduanya bertemu di Old Trafford dalam partai penentuan, siapa yang akan melawan Barcelona di partai puncak. Tak sabar rasanya menunggu siapa calon lawan Barcelona dan menonton partai puncak UEFA Champions League. Andai manchester United yang akhirnya melaju untuk menantang Barcelona, maka ulangan partai final 2 tahun lalu akan tersaji, dan semoga Barcelona kembali jadi kampiun eropa seperti waktu itu di Roma.

Bangsa Tanpa Negara

Kemenangan Spanyol, sekali lagi mengingatkan kita akan eksistensi Catalan yang menjadi bagian dari negara itu. Kehadiran Catalan sebagai bangsa kembali memantik diskursus mengenai relasi bangsa dan negara. Mengutip Enric Prat de la Riba, Manuel Castells (2000) menganjurkan agar perlu membedakan antara negara dengan bangsa. Negara adalah organisasi politik yang secara eksternal merupakan kekuatan independen, dan secara internal adalah kekuasaan tertinggi, dengan kekuatan utama ada di rakyat dan uang untuk menjagai independensi dan otoritasnya.
Dalam relasi antara bangsa dan negara, Castells mengeksplorasi dua kasus berbeda yakni kasus Uni Soviet dan Catalunya, Spanyol. Menurut Castell, kasus yang dihadapi Uni Soviet itu menunjukan Bangsa yang melawan Negara (nations against state). Sementara kasus kedua, dihadapi oleh Catalunya yang diidentifikasi sebagai bangsa tanpa negara (nations without state).
Pengalaman Catalunya mengajak kita untuk merefleksikan kondisi dimana sebuah bangsa eksis dan merekonstruksi dirinya, bukan sebagai sebuah negara-bangsa, dan tanpa bermaksud mendirikan salah satu diantaranya. Pimpinan tertinggi Catalunya, Jordi Pujol menuturkan kalau Catalunya merupakan bangsa tanpa negara. Kasus Catalunya itu cukup rumit, karena mereka memiliki bahasa dan budayanya sendiri. Tetapi negara mereka adalah Spanyol.
Berdasarkan penggambaran kasus di Uni Soviet serta Catalunya, Castells menuturkan kalau ia menggarisbawahi bangsa sebagai komunitas budaya yang dikonstruksi dalam pikiran masyarakat dan memori bersama tentang sejarah dan politik.
Dua kasus, kembali mengambarkan karakteristik dari periode sejarah saat ini. Pertama, disintegrasi negara dengan banyak bangsa yang mencoba untuk tetap berdaulat secara penuh atau menolak pluralitas konstituen bangsanya. Kasus ini menimpa Uni Sovyet awal, Yugoslavia, Ethiopia, Cekoslovakia, dan mungkin pada masa akan datang akan melanda Sri Lanka, India, Indonesia, Nigeria dan negara lainnya. Disintegrasi ini menghasilkan apa yang disebut sebagaiquasi-nation-states.
Kedua, kita mengamati perkembangan “negara” yang hanya menjadi negara bagian, tetapi memaksa pemerintahan pusat untuk menyesuaikan dan mengakui kedaulatan seperti dalam kasus Catalunya, Negara Basque, Flanders, Wallonie, Scotland, Quebec, Kashmir, Punjab dan Timor Timur (sebelum merdeka).
Dari aspek ekonomi, Catalonia adalah bangsa nomor dua termaju dalam hal industri di Eropa setelah Inggris pada abade ke-18. (Oomen, 2008: 53). Barangkali bagi elit Catalonia tidak ada perbedaan antara mempertahankan tingkat otonomi ekonomi, politik dan kultural bangsa dengan kebijakannya untuk menjadi bagian dari negara Spanyol. Jadi kasus Spanyol sebagai nasionalisme ”negara dominan” dengan memperhatikan Catalan sebagai bangsa yang menggabungkan diri dengan kekuasaan yang lebih besar, tidak semuanya benar.
( Mengutip tulisan di elsaonline.com )
Sejarah FC Barcelona

Klub Barcelona didirikan tahun 1899 oleh seorang kelahiran Swiss bernama Hans Gamper. Dia membentuk klub sepak bola yang berisi pemain pemain dari Swiss, Inggris, dan Catalan (satu suku bangsa di Spanyol). Gamper mencetak 103 gol antara tahun 1901 sampai 1903 dan menjadi Presiden klub sampai kematiannya tahun 1930. Stadion Barcelona pertama dibangun tahun 1909 dengan kapasitas penonton 6000 orang. Pertama kali Barcelona menjadi juara liga spanyol adalah tahun 1929, hanya 1 tahun sebelum kematian Gamper. Pada waktu itu, Barcelona sudah menjadi tim yang hebat. Dan pemain yang paling terkenal di jaman itu adalah Ricardo Zamora ( Kiper ) . Dia di kenal karena sekarang namanya diabadikan sebagai nama piala penghargaan untuk kiper terbaik di liga spanyol setiap tahunnya dan yang paling fenomenal adalah dia pemain pertama yang pidah dari Barcelona ke Real Madrid! hal yang paling di anggap tabu oleh seluruh orang Catalan dan fans Barcelona.

Ricardo Zamora
Awal dari cerita ‘musuh bebuyutan’ antara Barcelona dan Real Madrid bermula pada masa Jendral Franco. Jenderal yang sangat diktator di Spanyol pada tahun 1930-an. Barcelona, yang adalah “ibukota” dari Provinsi Catalonia dan pusat dari bangsa Catalan yang sejak dulu tidak pernah mau mengakui kalau mereka adalah bagian dari negara Spanyol. Catalan selalu menganggap ‘ Catalan is not Spain!’ dan menjadi daerah ‘paling di musuhi’ oleh sang Jendral dan ibukota ( Madrid )
Franco melarang penggunaan bendera dan bahasa daerah Catalan. Dan cuma FC Barcelona yang menjadi media dan tempat seluruh orang2 Catalan bisa berkumpul dan berbicara dalam bahasa daerah mereka. Warna biru dan merah, FC Barcelona pun menjadi Icon Catalan dengan seragam mereka yang sama warna nya dengan bendera Catalan.
Sang Jendral pun makin tidak suka dengan Barcelona. Josep Suñol, Presiden Barcelona waktu itu, dibunuh oleh pihak militer pada tahun 1936, dan sebuah bom dijatuhkan di FC Barcelona Social Club pada tahun 1938. Di lapangan sepakbola, Puncak permusuhan ini terjadi pada tahun 1941 ketika para pemain Barcelona “di haruskan” (dibawah ancaman militer) untuk kalah dari Real Madrid. Barcelona kalah dan gawang mereka kemasukan 11 gol dari Real Madrid. Sebagai bentuk protes, Barcelona bermain serius dalam 1 serangan dan mencetak 1 gol. Skor akhir 11-1, dan 1 gol itu membuat Franco kesal. Kiper Barcelona kemudian dijatuhi tuduhan “pengaturan pertandingan” dan dilarang untuk bermain sepakbola lagi seumur hidupnya.
Sejak saat itu FC Barcelona menjadi semacam klub “anti-franco” dan menjadi simbol perlawanan Catalonia terhadap Franco, ibukota ( Madrid ) dan Spanyol tentu nya. Sebagai sebuah simbol perlawanan, kultur dan karakter Barcelona kemudian terbentuk dengan sendirinya. Siapapun pelatihnya, dan gaya apapun yang dipakai, karakternya hanya satu: Menyerang!. Sebagai penyerang, Barcelona bermaksud untuk mendobrak dominasi Real Madrid (dan bagi orang Catalonia, mendobrak dominasi Spanyol). Untuk itulah Barcelona pantang bermain bertahan, karena itu adalah simbol ketakutan. Kalah atau menang adalah hal biasa. Tapi keberanian memegang karakter, itulah yang menjadi simbol perlawanan.
Pada tahun 50-an dan 60-an, Barca memang tertutup oleh kejayaan Real Madrid yang waktu itu diperkuat Ferenc Puskas, Di Stefano, dsb. Sebagai anak emas Franco sejak tahun 1930-an, Real Madrid memang selalu memiliki sumber dana besar untuk belanja pemain. Barcelona sendiri, pada 2 dasawarsa tersebut hanya bisa memenangi 4 kali liga spanyol, 2 kali piala raja, dan satu kali piala Inter City Fair (yang kemudian menjadi UEFA Cup).

Bendera Bangsa Catalan

Rivalitas Sampai Sampai Mati
Sampai pada tahun 1973, datang seorang pemain Belanda , Johan Cruyff, bergabung dari Ajax. Dan dia secara terang2an bicara kalo dia memilih Barcelona bukan nya Real Madrid karena tidak suka dengan klub sepak bola yang menjadi alat politik sang jendral. Dia membawa seuatu perubahan besar dalam permainan Barcelona ‘ Total Footbal ‘ bersama rekan senegaranya Johan Neeskens, Total Football inilah yang sampe sekarang melekat dengan gaya bermain Barcelona. Meski sudah berganti banyak pelatih dan ratusan pemain, Barcelona tetap bermain dengan dasar Cruyff yaitu Total Football. Di tahun pertama merumput bersama Barcelona Cruyff langsung membawa Barcelona memenangi gelar liga spanyol (setelah sebelumnya 14 tahun puasa gelar), dan di tahun itu dia membawa Barcelona membantai Real Madrid 5-0 di ibukota.
Pada tahun itu Johan Cruyff dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik Eropa, Bentuk cinta dia kepada Barcelona adalah memberi nama anaknya dengan nama khas Catalan, yaitu Jordi. Dan sekarang semua orang di dunia pun tahu kalo Johan Cruyff adalah seseorang yang merubah Barcelona dan menjadi legenda sepanjang masa bagi Barcelona dan bangsa Catalan.
Sampe sekarang duel antara Barcelona dan Real Madrid yang terkenal dengan sebutan ‘ El Classico’ yang sedikit nya terjadi 2x dalam setahun mungkin adalah duel yang paling di tunggu selain duel partai final piala dunia atau final piala champions. Kedua tim sama2 menanamkan ‘ boleh kalah dari tim lain asal jangan kalah dengan Barcelona / Real Madrid’. Tidak heran kalo setiap duel ini terjadi selalu berlangsung panas karena ini ibarat perlawanan bangsa Catalan terhadap Spanyol dan Ibukota. Kartu kuning dan kartu merah seperti menjadi hiasan wajib dalam partai ini.

Johan Cruyff ( Legenda Barcelona )

Perang itu pun berlanjut di luar lapangan dengan proses transfer yang di anggap tabu atau haram bagi kedua tim. Saya mungkin senang dengan datang nya Luis Enrique dari Madrid ke Barcelona karena dia adalah pemain idola saya saat itu. Dan terbukti bersama Rivaldo, Figo dan Guardiola dia berhasil meneruskan kejayaan Barcelona di era 90’an. Selain itu banyak transfer tabu lain nya seperti Michael Laudrup yang pindah dari Barcelona ke Real Madrid tahun 1995. Hal yang membuat publik Catalan membenci nya. Karena saat itu bersama George Hagi, Romario dan Stoickov dia berhasil membawa Barcelona ke puncak di bawah asuhan sang legenda Johan Cruyff. Namun yang paling fenomenal jelas transfer pindah nya Luis Figo dari Barcelona ke Real Madrid tahun 2001 yang membuatnya menjadi pemain termahal dunia saat itu. Publik Barcelona sangat membenci Figo karena transfer itu. Mereka masih ingat saat Figo datang ke Barcelona tahun 1996 Figo bukan lah siapa2 sampai dia bermain di Barcelona dan memperoleh banyak gelar. Yang membuat publik Catalan sangat sakit hati karena Figo lebih mementingkan uang dari pada rasa cinta bermain di Barcelona. Dia pindah karena di gaji dengan 2x lipat dari gaji nya di Barcelona dan Nilai Transfer nya saat itu melebihi klausul kontra Figo bersama Barcelona yang menurut aturan Bosman yang sudah berlaku bisa membuat pemain pindah ke klub lain. Padahal transfer itu bisa di cegah bila Figo menolak pindah namun dia menghianati Barcelona dan Catalan.
Dalam duel El Classico tahun berikutnya, ketika pertandingan dilangsungkan di Nou Camp, Figo menerima sambutan ‘ hangat ‘ yang mungkin tidak akan dilupakannya seumur hidup. Seorang pendukung Barcelona di tengah-tengah pertandingan berhasil menerobos pagar petugas keamanan, sambil memakai bendera Barcelona sebagai jubah, kemudian berlari ke arah Figo membawa sebuah hadiah istimewa: sebuah kepala babi, lengkap dengan sedikit darah masih menetes dari lehernya. Ia kemudian melemparkan bendera Barcelona dan kepala babi itu ke arah Figo. Figo sendiri hanya terdiam menunduk beberapa. Di Catalan kepala babi itu adalah simbol keserakahan dan pengkhianatan.
Luis Figo ( Madrid 2002 )

Catalan dan Barcelona di Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010

Sejak dulu Spanyol selalu mempunyai pemain – pemain yang berkualitas tapi selalu gagal di setiap turnamen yang mereka ikuti. salah satu alasan karena spanyol terdiri dari berbagai macam suku dan sulit di satukan. Catalan sejak dulu selalu menyumbang pemain untuk timnas Spanyol meski animo penonton timnas Spain di Catalan adalah yang terendah karena mereka selalu menganggap ‘Catalan is not Spain’. Mereka selalu ingin menjadi bangsa sendiri karena mereka merasa tidak ada hubungan darah dengan Spanyol, mereka adalah bangsa yang di jajah oleh Spanyol dan sekarang ingin merdeka. Dari saat saya suka Barcelona ( saat smp ) sudah banyak pemain Barcelona yang hebat yang masuk timnas Spanyol seperti Andoni Zubizarreta, Joseph Guardiola, Sergi Berjuan, Ivan Delapena, Luis Enrique dll.

Camp Nou Stadium
Sampe di Piala Eropa 2008 saat Spanyol menjadi juara Barcelona masih menjadi tulang punggung timnas Spanyol. Mungkin Torres yang mencetak goal final tapi itu umpan dari Xavi dan bersama Iniesta mereka lah yang membuat permainan indah timnas Spanyol dan Puyol menjadi benteng pertahanan timnas Spanyol.

Xavi setelah mencetak goal VS Rusia (
Semi Final Piala Eropa 2008 )
Setelah keberhasilan menjadi juara piala Eropa, sempat ada beberapa perayaan di Catalan tapi cuma berlangsung sesaat dan kembali sering terjadi demo menuntut kemerdekaan di Catalan. Mereka tetap pada tujuan nenek moyang mereka untuk merdeka sendiri tanpa adanya Spanyol.
Puncak dominasi Barcelona dan Catalan di timnas Spanyol adalah di Piala Dunia 2010 dan mereka untuk pertama kali nya menjadi juara. Goal di semifinal melawan Jerman di cetak oleh kapten Barcelona Carles Puyol dan goal paling bersejarah untuk Spanyol di final di Cetak oleh Andres Iniesta. Bayangkan dari starting eleven di final ada 7 pemain Barcelona! Puyol, Pique ( Belakang ) Iniesta, Xavi, Bosquet ( Tengah ) Villa ( baru bergabung sebelum piala dunia ) dan Pedro ( Depan ), dan ada Valdes ( Kiper ) di cadangan. Sudah? belum pak karena masih ada pemain lainasal Catalan di Spanyol: Capdavilla ( Belakang / Villareal ), Reina ( Kiper / Liverpool ) dan pasti nya si ‘anak hilang’ Fabregas ( Tengah / Arsenal ). Total ada 11 pemain Catalan / Barcelona dari 22 pemain Spanyol di timnas.
Uniknya sehari sebelum partai final, di Catalan masih ada demo besar menuntut otonomi dan merdeka. Seakan melupakan putra2 terbaik dari bangsa mereka sedang berjuang untuk Spanyol di piala Dunia

Salah satu foto demo menjelang final piala dunia di catalan
Namun sekeras dan sebesar apapun demo di Catalan, para putra Catalan dan Barcelona tetep menunjukan semangat nya untuk Spanyol. Mereka bertarung dan bermain dengan sangat indah sampai mecetak sejarah membawa Spanyol juara duinia pertama kalinya. Tanpa mengecilkan peran dari pemain lain, Barcelona berhasil membawa Piala Dunia untuk Spanyol, tapi kita tidak boleh melupakan 2x aksi penyelamatan Casillas saat memblok tendangan Robben.

Iniesta setelah mencetak goal di final piala dunia, goal nya di persembahkan untuk Dani Jarque pemain asal Catalan / Espanyol yang meninggal di lapangan karena serangan jantung

Xavi & Puyol. Dua pemain asli Catalan membawa bendera Catalan setelah Spanyol menjadi juara dunia
Oke terakhir sebesar apapun protes dan demo rakyat Catalan terhadap pemerintah Spanyol semoga tidak terjadi di sepakbola karena Barcelona adalah salah satu klub harapan Spanyol dengan pemain2 nya yg ada di akademi mereka La Masia.
Sumber: Google, Wilkipedia dan beberapa tulisan yang saya baca di internet

Post by : http://derayaw.blogspot.com

KALIMATULLAH HIYA AL ‘ULYAA

(Kalimat Allah Yang Tinggi)


Kalimat Allah SWT adalah yang paling tinggi. Islam sebagai then mempunyai konsep yang jelas, lengkap dan dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan konsep atau sistem selain Islam adalah buatan manusia yang tidak lengkap, tidak jelas dan bersifat berubah atau sementara. Konsep Islam dilandasi oleh syahaadatain, sedangkan selain Islam menja-dikan pemikiran jahiliyah dasarnya. Syahaadah adalah kalimat yang tinggi yang dijadikan sebagai kalimat tauhid dan kalimat takwa. Gambaran kalimat tauhid ini di dalam Al­Quran adalah kalimat thayyibah yaitu kalimat yang teguh dan kuat. Pe-mikiran jahiliyah sebagai landasan dari konsep selain Islam merupakan kalimat syirik yang menjadi saingan konsep dan sistem Islam. Konsep jahili berdasarkan semangat jahiliyah seperti materialisme, kapitalisme, komunisme, sekulerisme dan isme lainnya. Isme-isme ini tidak mempunyai kekuatan dan sebagai kalimat khabitsah yang lemah dan tidak kuat.

1. Al-Islaam - Ghairu Al-Islaam (Konsep Islam vs Selain Islam)

A. AI-Islaam (Konsep Islam)

Konsep Islam merupakan ajaran yang bersumber dari Al­lah SWT yang Maha Tinggi, tanpa dicampuri oleh pemikiran manusia. Karena Allah SWT Maha Mengetahui maka Islam adalah ilmu yang dalam. Karena Allah SWT Maha Hidup maka Islam merupakan panduan hidup. Karena Allah SWT Maha Bijaksana maka Islam adalah hukum­hukum yang adil dan bijaksana. Islam merupakan perwujudan sifat Allah SWT yang membimbing dan memimpin manusia menuju kepada keba-hagiaan yang sejati. Petunjuk Allah SWT yang sebenar-benarnya petunjuk, karena Allah yang menciptakan makhluk termasuk manusia sehingga hanya Allah saja yang mengetahui secara sebenarnya karakter ciptaanNya tersebut. Dengan demikian, sebenar-benarnya petunjuk adalah Allah. Allah SWT menunjuki kepada kebenaran selain Allah SWT hanya menyesatkan. Maka Allah SWT saja yang sesuai untuk diikuti. Kalimat Allah SWT sangat tegas dan bukan permainan. Kalimat permainan hanyalah milik syaitan yang tidak mempunyai dasar yang jelas dan tidak mempunyai kepastian.

Dalil

  • Q. 2:120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
  • Q. 10:35. Katakanlah: ‘Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran?” Katakanlah: “Allahlah yang menunjuki kepada kebenaran”. Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian) ? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?
  • Q. 86:13. Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil.

B. Ghairu AI-Islaam (Selain Islam)

Konsep orang kafir menjadikan selain Islam sebagai panduannya misalnya pandangan bukan dari Allah SWT, Rasul dan Dien-Nya. Mereka merupakan orang yang bodoh (jahil) terhadap kebenaran. Keingkaran mereka menunjukkan kehinaan dan kerendahan yang tidak berarti dibandingkan dengan ketinggian Allah SWT Konsep hidup mereka tidak boleh diikuti oleh manusia. Orang-orang kafir saling memberikan pandangan yang menipu manusia dengan hiasan kalimat-kalimat yang indah. Menolak kitabullah berarti mengikuti hawa nafsu. Lihat pula 33:72, 30:29. Konsep orang-orang zalim berdasarkan hawa nafsu dan kesesatan mereka.

Dalil

  • Q. 6:112. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan mempunyai kejelasan dan kepastian, is juga tidak memiliki kebenaran tapi hanya uji coba atau benar salah sehingga mereka yang mengikuti dugaan akan sesat.
  • Konsep demokrasi adalah hawa nafsu manusia, bila tidak berdasarkan kebenaran. Pemikiran jahiliyah yang tidak merujuk kepada kebenaran akan semakin membawa manusia kepada kehancuran. Karena dasarnya bukan kepada kebenaran tetapi kepada siapa yang berkuasa atau yang kuat.

Dalil

  • Hadits. Sabda Rasulullah kepada Abdullah bin Amru bin Ash: “Tulislah, demi Allah SWT yang jiwaku berada ditanganNya. Tidak keluar dari lidahku ini kecuali kebenaran”.
  • Q. 10:36. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
  • Q. 53:23. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.
  • Q. 6:116. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-or­ang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).

3. Kalimatullah Al-`Ulyaa - Kalimah Alladziina Kafaru As-Suflaa (Kalimat Allah yang Tinggi vs Kalimat Kafir yang Rendah).

A. Kalimatullah Al-`Ulyaa (Kalimat Allah yang Tinggi)

Syahadatain merupakan kalimat Allah SWT yang tinggi karena didalamnya mengandung suatu konsep yang mendalam tentang kehidupan manusia. Karena Allah SWT sebagai pencipta yang menurunkan perintah kepada hambaNya untuk bersyahadat dan mengamalkan syariat dalam kehidupan, maka kalimat inilah yang benar dan kalimat ini pula yang tinggi dibandingkan kalimat yang lainnya. Kalimat Allah yang tinggi ini tak tertandingi oleh konsep dan pemahaman di luar Islam karena konsep Allah telah terbukti kebenarannya dan memberikan janji yang benar kepada ciptaanNya. Syahadatain merupakan gambaran kesempurnaan, ketepatan dan keadilan kalimat Allah SWT. Syahadatain j uga menggambarkan kedalaman pengetahuan Allah SWT

Dalil

  • Q. 6:115. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Quran), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimatNya dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
  • Q. 54:5. Itulah suatu hikmat yang sempurna maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka).

B. Kalimah Alladziina Kafaru As-Suflaa (Kalimat Kafir yang Rendah)

Selain dari kalimat Allah adalah kalimat kafir yang ditentang oleh Islam. Hal ini disebabkan karena dasar dari konsep bukan Islam adalah dzon (sangkaan) saja. Karena konsep bukan Islam ini bersifat uji dan coba yang belum terbukti kebenarannya sehingga sangat rendah nilainya di sisi Allah SWT ataupun di sisi manusia yang beriman dan berakal. Kalimat Allah SWT yang tinggi sedangkan konsep orang­orang kafir itu rendah.

Dalil

  • Hadits. Sabda Rasulullah SAW: Islam itu tinggi dan tiada yang melebihi ketinggiannya.
  • Q. 9:40. Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam goa.
  • Hadits. Ibnu Abbas berkata, “Kalimat kalimat orang kafir ialah kemusyrikan sedang kalimat Allah adalah ‘Tiada tuhan melainkan Allah’. Abu Musa Al-Asy’ari R.A dia berkata, Rasulullah tentang seorang yang berperang dengan gagah berani, berperang dengan panas hati, dan berperang dengan riya’, apakah dia termasuk berjihad di jalan Allah?,” Maka beliau bersabda, “Barangsiapa yang berperang agar kalimat Allah-lah yang tinggi, maka dia berperang dijalan Allah.”

4. Kalimah At-Tauhiid - Kalimah Asy-Syirk (Kalimat Tauhid vs Kalimat Syirik).

A. Kalimah At-Tauhiid (Konsep Tauhid)

Syahaadatain dengan Islam sebagai pen-jelasannya merupakan konsep yang mengesakan Allah SWT Manusia dibawa pada satu tujuan dan orientasi yaitu mencari keridhaan Allah SWT Yang Maha Esa. Konsep ini marnpu menya-tukan manusia dari berbagai jenis suku dan bangsal Dari berbagai latar belakang budaya disatukan dalam sate ikatan aqidah tauhid yang punya satu kepentingan tegaknya kalimat Allah SWT yang tinggi. Dengan berpegang teguh kepada tauhidullah maka urnat dapat bersatu. Walaupun berbeda suku, bangsa dan latar belakang manusia akan bersatu dalam iman dan Islam. Islam adalah ajaran Tauhid yang memiliki hanya satu urnat yaitu umat Islam yang mengesakan Allah dari segala berituk sembahan dan abdian. Konsep Islam tentang kesatuan manusia dengan menjadikan takwa sebagai timbangan kemuliaan dan kehinaan manusia.

Dalil

  • Q. 3:103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkarr kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat. ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
  • Hadits. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya Allah menyukai dari kamu tiga perkara dan membenci dalam tiga perkara. Dia ridha padamu jika kamu menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, agar kamu semua berpegang teguh kepada tali Allah dan tidak bercerai-berai, dan agar kamu setia kepada orang yang telah diserahi urusanmu oleh Allah, Allah murka kepadmu lantaran tiga perkara, banyak berbicara, banyak bertanya, dan menghamburkan harta.” (HR.Muslim).
  • Q. 21:92. Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.
  • Q. 49:13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
  • Hadits. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang paling baik di antara kamu pada masa jahiliyah adalah yang paling baik pada masa Islam, apabila mereka memahami.” (HR. Bukhari).

B. Kalimah Asy-Syirk (Konsep Syirik)

Di dalam jahiliyah manusia saling mem-perbudak satu dengan lainnya, atau diperbudak oleh materi. Tujuan dan orientasi mereka bermacam-macam dan ber-beda-beda. Karenanya mereka saling mengeksploitasi. Yang satu ingin menguasai yang lain. Jiwa dan kepribadian mereka berpisah, tiada ruh yang dapat melandasi kesatuan dan persatuan. Konsep di luar Islam hanya membawa kepada kemusyrikan, menghasilkan perbudakan antara manusia. Kehinaan ilah-ilah kaum musyrikin yang menjadi beban bagi penyembahnya, hal ini terjadi karena ilah kaum musyrik adalah ilah yang tidak kuat dan tidak memiliki kemampuan apapun, sehingga menjadi beban bagi yang menyembahnya. Kalimat syirk merupakan gambaran orang yang berada di dalam konsep jahiliyah dan menjalankan kemusyrikan dibandingkan dengan konsep tauhid. Allah menyatakan bahwa musuh Allah SWT itu tidak bersatu dan mereka bercerai berai, karena konsep yang dipegangnya tidak satu dan tidak sama.

Dalil

  • Q. 3:64. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) “.
  • Q. 16:75-76. Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui. Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan,. dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?
  • Q. 39:29. Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui Q. 59:14. Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.

5. Kalimah At-Taqwaa - Hamiyyah Al-Jaahiliyah (Kalimat Takwa vs Kesombongan Jahi-liyah)

A. Kalimah At-Taqwaa (Kalimat Takwa)

Konsep Islam yang tinggi itu merupakan sumber ketakwaan dan kebajikan. Mengucapkan saja me-rupakan ibadah, apalagi mempelajari, menghayati dan meng-amalkannya. Hanya konsep inilah yang dapat membentuk pribadi takwa dan akhlak mulia. Manusia yang mendasari kehidupannya dengan kalimat laa ilaaha illa Allaah diperumpamakan membangun sesuatu dengan landasan takwa. Tuj uan dan penghambaan Islam adalah membentuk pribadi takwa. Hanya dengan melaksanakan syahaadatain secara murni dan basil takwa dapat dicapai. Banyak contoh-contoh konsep takwa yang disajikan oleh kitabullah dan dicontohkan oleh Nabi SAW dalam sunnah dan sirahnya. Manusia yang membenarkan kitabullah sebagai jalan menuj u takwa, adalah kewajiban bagi seorang yang beriman.

Dalil

  • Q. 9:108. Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu sesama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Al­lah menyukai orang-orang yang bersih.
  • Q. 2:2 1. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.
  • Q. 2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, Q. 2:178. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema’afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema’afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma’af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.
  • Q. 3:133-135. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumf yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan or­ang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
  • Q. 39:33. Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang­orang yang bertakwa.

B. Hamiyyah Al-Jaahiliyah (Kesombongan Jahiliyah)

Selain konsep Islam maka konsep itu adalah jahiliyah hanya berupa slogan yang menunjukkan kesombongan dan ke-banggaan orang-orang yang bodoh. Tak terbukti di dalam kenyataan, hanya teori-teori kosong yang dusta. Masyarakat yang dibentuknya menjadi masyarakat yang kufur dan ber-gelimang dalam maksiat.

Orang-orang kafir menanamkan kecintaan pada konsep mereka. Sedangkan Allah SWT mewajibkan pengkajian kalimat takwa.

Penguasa sistem jahiliyah membanggakan kekuasaan dan kekayaan mereka untuk menipu rakyat. Sistem jahiliyah adalah sistem uji coba yang tidak mempunyai suatu kepastian sehingga dapat membawa manusia kepada kebodohan.

Penguasa jahiliyah selalu berdalih stabilitas kekuasaannya untuk menjelekkan pembawa kebenaran dan mengekalkan kekuasaannya.

Dalil

  • Q. 48:26. Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
  • Q. 43:51-54. Dan Fir`aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: “Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat (nya)?. Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya) ?. Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya.”. Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
  • Q. 40:26. Dan berkata Fir’aun (kepada pembesar­pembesarnya): “Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah is memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi”.

6. Al-Kalimah Ath-Thayyibah – Al-Kalimah Al-Khabiitsah

(Kalimat Yang Baik vs Kalimat Tak Baik)


A. Al-Kalimah Ath-Thayyibah (Konsep yang Baik)

Karena membawa kepada ketakwaan dan persatuan maka Islam merupakan konsep yang baik. Ibarat pohon yang baik, is akan berakar dihati manusia yang suci (fitrah), kuat dan tertunjang dalam keyakinan dan kepribadian mereka. Kalimat yang baik melahirkan manusia yang membentuk peradaban mulia dan bermanfaat di dunia. Bila tiba masanya pohon Islam akan menghasilkan buah yang lezat lagi berkhasiat. Syahaadatain sebagai kalimat yang baik diumpamakan Al­lah SWT bagaikan pohon yang baik, akamya tertunjang ke bumi dan batangnya menjulang ke angkasa (tertanam baik di hati manusia karena sesuai dengan fitrah). Pohon itu senantiasa memberikan buah yang baik di setiap musim karena setiap muslim dalam berbuat baik mengharapkan ridha Allah SWT yang kekal dan pasti. Sistem tauhid ini menghasilkan manusia-manusia yang bermanfaat bagi dunia dan peradaban. Masyarakat tauhid ini tumbuh bagaikan pohon pula, lihat Q. 48:29.

Dalil

  • Q. 14:24-25. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
  • Hadits. Ahmad meriwayatkan dari Mujahid,”Aku menyertai Ibnu Umar ke Madinah maka aku tdak mendengar beliau menceritakan dari Nabi SAW kecuali sebuah hadits. Beliau berkata,” Kami tengah bersama Rasulullah SAW beliau mengambil sejumlah kerikil, kemudian bersabda, ada sebuah pohon yang dapat dij adikan perumpamaan bagi seorang muslim. Aku ingin mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon kurma. Aku memperhatikan sekitar dan ternyata aku adalah orang yang paling muda disana. Maka Rasulullah SAW bersabda,”Ia adalah pohon kurma.”

B. Al-Kalimah AI-Khabiitsah (Konsep yang Buruk)

Karena membawa kepada ke-ku-furan dan kemaksiatan, maka jahiliyah merupakan sumber masalah bagi manusia. la ibarat pohon yang buruk yang telah tercabut dari akarnya, kering kerontang, mudah hancur. Tidak memberikan buah kebaikan sama sekali bahkan men-jadi sampah atau sumber penyakit. Konsep yang buruk ibarat pohon yang buruk. Tidak tertanam dalam hati dan jiwa manusia karena bertentangan dengan fitrah. Pribadi yang dihasilkan oleh sistem jahiliyah adalah kosong dan tidak berarti, hanya pandai bersilat lidah saja, berkata tetapi tdak diamalkan, lihat Q. 2:204-205. Perumpamaan lainnya adalah kayu yang tersandar. Kelihatannya kokoh tetapi sebenarnya rapuh. Ini contoh tentang munafiqin, lihat juga Q. 63:4.

Dalil

  • Q. 14:26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.
  • Q. 48:29 Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang­orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap or­ang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.
  • Q. 2:204-205 Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal is adalah penantang yang paling keras. Dan apabila is berpaling (dari kamu), is berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.
  • Q. 63:4 Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?
  • Hadits. Ibnu Abi Hatim neriwayatkan dari Anas bin Malik bahwasanya Nabi SAW bersabda,”Dan Perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk.”Ia adalah pohon labu. Kemudian aku memberitahukan hal itu kepada Abu Al-Aliyah. Maka is berkata,”Demikianlah yang kami dengar dari Rasulullah.”

7. Tsaabitah – Ghairu Tsaabitah (Kukuh vs Rapuh)


A. Tsaabitah (Stabil dan Kukuh)

Kukuh merupakan sifat Islam, tidak pernah mengalami kegoncangan. Tak lapuk dengan hujan dan angin, bahkan itu akan menumbuhkan pohon Islam. Sebagai kebe-naran is ibarat arus sungai yang deras, selalu teguh berke-lanj utan dan menghantam batu karang. Kekukuhan al haq dalam menghadapi tantangan bagaikan air arus yang berjalan terus. Al haq tidak akan pernah berhenti berhadapan dengan kebatilan karena hal ini merupakan sunatullah semenjak adanya manusia. Akhir dari setiap pertempuran tersebut selalu dimenangkan oleh al haq. Konsepsi ini membawa keteguhan kepada orang-orang yang mengikutinya. Allah SWT meneguhkan orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Kemenangan aqidah adalah kemenangan hakiki yang dituju orang-orang beriman dalam perjuangan.

Dalil

  • Q. 13:17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka is tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan­perumpamaan.
  • Q. 14:27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang­orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.
  • Q. 85:6. Dia diciptakan dari air yang terpancar,

B. Ghairu Tsaabitah (Tidak Seimbang dan Rapuh)

Rapuh merupakan sifat dienul jahiliyah. la selalu mengalami pasang surut, berubah dan berganti. Dapat lapuk di telan masa. Sedikit saja mengalami goncangan is akan hancur. Sebagai kebatilan is ibarat buih di atas arus, akan lenyap dengan sendirinya. Kerapuhan jahiliyah bagaikan sampah, kelihatannya banyak tetapi mengikut saja kemana pergi. Jahiliyah tidak mempunyai tempat berpijak yang jelas dan pasti. la pun tidak mempunyai dasar yang jelas sehingga jahiliyah bersifat lemah.

Dalil

  • Hadits Rasulullah mengumpamakan petunjuk yang dibawa oleh beliau seperti hujan dan air. Tergantung kesiapan tanah (jiwa manusia) untuk menerimanya.
  • Q. 13:17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka is tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan­perumpamaan.
  • Hadits. Dari Abu Musa Al-Asy’ari R.A bahwasanya Rasulullah bersabda,”Perumpamaan hidayah dan ilmu yang dibawakan dari sisi Allah adalah seperti hujan yang turun ke bumi. Maka ada sebagian lahan yang dapat menerima air itu, lalu is menumbuhkan rerumputan dan pepohonan yang lebat. Dan di antara lahan ada yang menyerap dan dapat menahan air sehingga Allah memberi manfaat kepada manusia, melalui air itu, untuk minum, menggembala, mengairi clan bercocok tanam. Hujan pun turun ke wilayah cadas sehingga is tidak dapat menahan air dan tidak menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang mendalami agama Allah. Allah memberi manfaat melalui apa yang aku bawa, kemudian is memanfaatkannya, mengkajinya kemudian mengajarkannya, adapula orang yang tidak memberikan perhatian kepadanya sedikitpun dan tidak menerima hidayah Allah yang aku diutus karenanya. (HR. Bukhari-Muslim).

8. Qawiyyah - Dha’iifah (Kuat vs Lemah)


A. Qawiyyah (Kuat dan Tak Terkalahkan)

Karena teguh dan kukuh maka sebagai konsepsi Islam tidal dapat dikalahkan. Ditinjau dari sudut apapun Islam unggul. tidak dapat ditandingi. Peradaban dan warisannya penuL kehebatan dan kehebatan kemanusiaan. Seluruh ajaran Is­lam memiliki kekuatan dari segi hujjah maupun realitas Dari itu umat Islam harus kukuh dan kuat seperti Islam. Berizzah yang tinggi karena prestasi yang dicapainya. Orang-orang kafir putus asa untuk mengalahkan Islarr, dari segi konsep sehingga kita tak perlu takut kepad2 mereka. Karena Allah SWT akan membantu pare hambanya. Jaminan Allah SWT bagi kemenangan tentaraNya yaitu yang mengikuti sistem ini dengan sesungguhnya. Fakta sejarah yang menunjukkan kekuatan kaum beriman telah membuktikan bagaimana kekuatan orang beriman mengalahkan orang kafir.

Dalil

  • Q. 5:3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku­cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • Q.37:172-173. (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.
  • Q. 5:56. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.
  • Q. 3:137-139. Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang­orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

B. Dha’iifah (Lemah dan Selalu Kalah)

Karena kegoncangan dan kerapuhannya maka jahiliyah ini sangat lemah, mudah untuk dihancurkan. Tak ada daya dan kekuatannya sama sekali. Para pengikutnya menjadi or­ang-orang yang paling lemah, tanpa kepribadian, kecewa dan pesimis. Tanpa prestasi sehingga manusia tak ada harganya sama sekali. Kelemahan sistem yang dibangun oleh konsep syirik seperti sarang laba-laba. Sehingga sistem orang kafir sangat lernah dan mudah dihancurkan oleh kekuatan Islam. Pernyataan Allah SWT bahwa pengikut kebatilan pasti kalah dan tempat mereka adalah neraka jahanam. Gambaran tentang cara Allah SWT meng-hancurkan kebatilan secara sistematik yaitu dengan menghabiskan asasnya terlebih dahulu. Sedangkan kehinaan mereka sangat dekat waktunya karena akan datang setelah kematian menimpa mereka.

Dalil

  • Q. 29:41 Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang pal­ing lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui..
  • Q. 3:12. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk­buruknya”.
  • Q. 16:26-27. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari. Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: “Di manakah sekutu-sekutu­Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mukmin) ?” Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu): “Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir”.